KALIMANTAN SELATAN — Keputusan ini diumumkan Kepala Pelatih Ganda Putri, Karel Mainaky, di Jakarta, Senin (15/4). Langkah ini merupakan hasil evaluasi bersama tim pelatih tunggal putri yang menilai potensi Ester akan lebih optimal jika diarahkan ke sektor ganda.
Alasan Kekuatan Smash dan Transisi Jadi Modal Utama
Menurut Karel, karakter permainan Ester dinilai cocok dengan tuntutan ganda putri modern. Bukan tanpa alasan, pelatih asal Polandia itu menyoroti tiga aspek kunci dari permainan Ester.
“Ester memiliki power yang baik dari belakang, smash yang kuat, penempatan bola yang akurat, serta kemampuan bergerak dan melakukan transisi yang sangat baik,” ujar Karel dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa modal tersebut sangat penting dalam pola permainan ganda putri saat ini.
Lanny sebagai Playmaker di Depan
Pemilihan Lanny sebagai tandem Ester juga melalui pertimbangan matang. Ia dinilai memiliki kemampuan sebagai pengatur serangan di area depan net.
“Lanny memiliki kemampuan sebagai playmaker di depan, mampu mengatur tempo dan membuka peluang serangan. Kami berharap perpaduan kekuatan Ester di belakang dengan kreativitas Lanny di depan dapat berkembang menjadi pasangan yang kompetitif,” kata Karel.
Saat ini, Indonesia sudah memiliki tiga pasangan ganda putri utama yang konsisten berprestasi. Namun, PBSI tetap butuh pelapis berkualitas untuk bersaing di level internasional.
Uji Coba di Lima Turnamen Internasional
Pasangan anyar Ester/Lanny tidak langsung ditetapkan permanen. Mereka akan menjalani masa evaluasi ketat melalui lima turnamen internasional ke depan.
Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil pertandingan. Faktor kerja sama, adaptasi teknis, komunikasi di lapangan, serta potensi jangka panjang juga menjadi parameter utama. “Kami akan melihat perkembangan Ester dan Lanny secara menyeluruh selama lima turnamen,” ujar Karel.
Keputusan ini sekaligus menandai perubahan haluan karier bagi Ester. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pemain tunggal putri dengan reputasi smash keras dan daya juang tinggi.