Pencarian

Bukan Madu Biasa, PLN EPI dan PLN Energi Gas Pacu Ekonomi Hijau di Kukar dengan Target Produksi Naik 30 Persen

Selasa, 16 Juni 2026 • 21:59:01 WIB
Bukan Madu Biasa, PLN EPI dan PLN Energi Gas Pacu Ekonomi Hijau di Kukar dengan Target Produksi Naik 30 Persen
Peserta pelatihan budidaya madu kelulut mengikuti sesi praktik di Desa Tanjung Batu, Kukar.

KALIMANTAN SELATAN — PLN EPI tidak sekadar memberikan bantuan alat. Perusahaan menggelar pelatihan budidaya madu kelulut dan pengolahan propolis yang diikuti oleh 10 peserta dari kelompok masyarakat setempat. Selain 30 koloni lebah dan 30 stup, perusahaan juga menyalurkan 100 bibit tanaman pakan lebah serta peralatan panen madu dan propolis.

"Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi madu kelulut, tetapi juga mendorong pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti propolis, penguatan kapasitas kelompok usaha, hingga membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan," ujar Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan.

Targetnya ambisius: dalam dua tahun, pendapatan kelompok usaha di desa itu diharapkan meningkat hingga 30 persen. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan jumlah koloni lebah sebesar 20 persen dalam satu tahun.

Lebah Kecil, Dampak Besar untuk Ekosistem

Budidaya lebah kelulut atau stingless bee ini punya nilai strategis ganda. Selain menghasilkan madu dan propolis yang bernilai jual tinggi, lebah ini berperan sebagai penyerbuk alami yang membantu menjaga produktivitas tanaman dan keanekaragaman hayati di sekitar kawasan budidaya.

Camat Tenggarong Seberang, H. Sukono, menyambut baik program ini. Ia berharap Desa Tanjung Batu bisa menjadi sentra produksi madu kelulut di wilayahnya. "Kalau ilmu yang didapat hari ini tidak diterapkan, manfaatnya tidak akan terasa. Karena itu peserta harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menularkan ilmunya kepada masyarakat lainnya," tegasnya.

Propolis hingga Wisata Edukasi: Jalan Menuju UMKM Berdaya Saing

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara, Santi Effendi, menilai madu kelulut punya prospek ekonomi yang menjanjikan. Produk turunan seperti propolis memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding madu mentah.

Namun, Santi mengingatkan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya lewat budidaya. "Perlu didukung pendampingan manajemen usaha, legalitas, pemasaran, hingga perluasan akses pasar," katanya. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, menurutnya, menjadi faktor kunci agar usaha yang dibangun bisa tumbuh berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) PLN EPI. Secara lebih luas, inisiatif ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).

Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks