BANJARBARU — Gangguan distribusi air bersih yang sempat dialami sebagian warga Banjarbaru kini telah teratasi. BPAM Banjarbakula menyelesaikan penggantian dua komponen kritis pada jaringan pipa utama di Guntung Manggis, Jumat (12/6).
Dua Komponen Diganti: Katup Rusak dan Alat Ukur Baru
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menjelaskan bahwa gate valve yang sebelumnya terpasang mengalami kerusakan. Akibatnya, mekanisme buka-tutup katup tidak lagi berfungsi optimal.
“Pekerjaan telah selesai dilaksanakan sesuai rencana. Setelah dilakukan pengujian, seluruh peralatan berfungsi dengan baik dan tidak ditemukan kebocoran pada sambungan perpipaan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain mengganti katup, BPAM juga memasang electromagnetic flowmeter menggantikan ultrasonic flowmeter. Alat anyar ini disebut memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dalam mengukur debit dan volume air curah.
Alasan Teknis di Balik Perbaikan Jaringan Air
Penggantian flowmeter bukan tanpa alasan. Siddiq menyebut langkah ini merupakan hasil evaluasi teknis dan tindak lanjut atas kebutuhan PTAM Intan Banjar terhadap sistem pengukuran distribusi air yang lebih andal.
Dengan peralatan baru, proses pengendalian aliran air kini kembali beroperasi secara normal. Hal ini diharapkan mendukung kelancaran operasional jaringan distribusi ke rumah-rumah pelanggan.
Target Jangka Panjang: Minimalisir Gangguan dan Data Lebih Akurat
Menurut Siddiq, peningkatan keandalan infrastruktur ini bertujuan meminimalkan potensi gangguan distribusi di masa mendatang. Selain itu, data pengukuran debit air yang lebih presisi akan menjadi dasar pencatatan distribusi air curah yang lebih akurat.
“Perbaikan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga kontinuitas pasokan air curah kepada PTAM Intan Banjar sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih andal,” pungkasnya.