KOTABARU — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) bersama Pemkab Kotabaru menyatakan dukungan penuh agar kreativitas seniman lokal bisa bertransformasi menjadi daya tarik wisata. Langkah ini diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Acara dibuka dengan penampilan Tari Mayang Kencana dari Sanggar Seni Pusaka Saijaan. Kehadiran Kepala Disparpora Kotabaru dalam forum itu mempertegas peran dinas dalam mengawal arah kebijakan seni budaya ke depan.
Pengembangan Seni Tak Bisa Berdiri Sendiri
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, H. Akhmad Rajudinoor, yang mewakili Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, menegaskan bahwa pengembangan seni harus terintegrasi dengan sektor pariwisata. Ia menyebut pihaknya siap memberikan dukungan penuh agar kreativitas para seniman dapat mendorong perekonomian daerah.
“Melalui Musen ke-8 ini, diharapkan lahir kepengurusan yang mampu merangkul seluruh elemen seni serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor pariwisata, demi kemajuan kebudayaan daerah,” ujar Rajudinoor saat membacakan sambutan bupati.
75 Peserta dari Berbagai Komunitas Seni
Ketua Panitia Pelaksana, Rahmadi, melaporkan bahwa Musen VIII diikuti sekitar 75 peserta dari berbagai komunitas seni di Kotabaru. Ia mengapresiasi dukungan seluruh jajaran pemerintahan yang membuat acara ini berjalan matang.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Kapolres Kotabaru, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud, perwakilan Kementerian Agama, serta jajaran tokoh seni daerah.
Menjaga Eksistensi di Tengah Zaman
Ketua Umum Dewan Kesenian Kotabaru, H. Syajidan, menekankan pentingnya kebersamaan antarseniman. Menurutnya, eksistensi seni budaya daerah harus tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Rajudinoor menyelipkan harapan agar musyawarah ini mampu memicu lahirnya talenta-talenta muda baru. Ia mendorong seniman masa kini mengikuti jejak almarhum Sukri Munas, maestro seni legendaris Kotabaru yang karya-karyanya telah diakui luas.
Pemukulan Gong Tandai Pembukaan Resmi
Sebagai simbol dimulainya Musen VIII, dilakukan pemukulan gong oleh Staf Ahli Bupati didampingi Ketua Dewan Kesenian Kotabaru. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan Kemenag Kotabaru serta sesi foto bersama.