Pencarian

Jemaah Haji Kloter BDJ 19 Asal Tabalong Meninggal Dunia di Mekkah, Punya Riwayat Penyakit

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:44:48 WIB
Jemaah Haji Kloter BDJ 19 Asal Tabalong Meninggal Dunia di Mekkah, Punya Riwayat Penyakit
Jemaah haji Kloter BDJ 19 asal Tabalong meninggal dunia di RS Spesialis Al Noor, Mekkah.

TABALONG — Seorang jemaah haji asal Kabupaten Tabalong yang tergabung dalam Kloter BDJ 19 meninggal dunia di Rumah Sakit Spesialis Al Noor, Mekkah, Arab Saudi. Jemaah tersebut mengembuskan napas terakhir pada pukul 21.45 waktu setempat, Selasa (4/6/2024).

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Mekkah. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit tertentu yang diderita sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Riwayat Penyakit yang Diderita Jemaah

Menurut data yang dihimpun dari petugas kloter, jemaah haji tersebut memiliki komorbid atau penyakit penyerta yang cukup serius. Meski telah menjalani pemeriksaan kesehatan pra-keberangkatan, kondisi fisiknya terus dipantau secara ketat oleh tim medis selama di Mekkah.

Petugas PPIH menyebut bahwa almarhum sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Spesialis Al Noor sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Proses pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi.

Prosedur Pemulasaraan dan Kepulangan Jenazah

Pihak PPIH Daerah Kerja Mekkah segera berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mengurus administrasi kematian. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman khusus jemaah haji di Mekkah sesuai dengan regulasi yang berlaku di Arab Saudi.

Petugas juga telah menghubungi pihak keluarga di Kabupaten Tabalong untuk menyampaikan kabar duka ini. Seluruh proses penanganan jenazah dan dokumen administrasi ditangani langsung oleh tim PPIH agar tidak mengganggu konsentrasi jemaah lain yang masih menjalani rangkaian ibadah.

Imbauan bagi Jemaah Haji dengan Riwayat Penyakit

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh jemaah haji, terutama yang memiliki riwayat penyakit, untuk selalu menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Cuaca ekstrem di Mekkah yang mencapai suhu 45 derajat Celsius kerap menjadi pemicu memburuknya kondisi kesehatan.

Petugas kesehatan kloter mengimbau agar jemaah rutin mengonsumsi air putih, tidak memaksakan diri saat beribadah, dan segera melapor ke petugas jika merasakan gejala sakit. PPIH juga menyediakan layanan kesehatan 24 jam di setiap sektor dan hotel jemaah.

Berapa Jumlah Jemaah Haji Asal Tabalong yang Sakit?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada data pasti mengenai jumlah jemaah haji asal Tabalong yang sakit selama di Mekkah. Petugas kloter masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi kesehatan seluruh anggota kloter BDJ 19.

PPIH memastikan bahwa seluruh jemaah dalam kondisi stabil dan terus mendapatkan pendampingan medis secara berkala. Bagi keluarga di Tanah Air yang ingin menanyakan kondisi jemaah, dapat menghubungi posko informasi haji yang disediakan Kementerian Agama Kabupaten Tabalong.

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks