Pencarian

Nelayan Batulicin Keluhkan Solar Subsidi Sulit Didapat, Kapolsek Pastikan Pengawasan Distribusi Terus Berjalan

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:31:39 WIB
Nelayan Batulicin Keluhkan Solar Subsidi Sulit Didapat, Kapolsek Pastikan Pengawasan Distribusi Terus Berjalan
Nelayan Batulicin mengeluhkan kesulitan mendapatkan solar subsidi untuk aktivitas melaut.

BATULICIN — Keluhan para nelayan di Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, soal sulitnya mengakses solar subsidi mendapat respons cepat dari jajaran kepolisian setempat. Kapolsek Batulicin menegaskan bahwa pengawasan terhadap pendistribusian BBM bersubsidi terus dijalankan secara ketat untuk mencegah praktik penyimpangan.

Akar Masalah: Dugaan Penyimpangan Distribusi

Kesulitan yang dialami nelayan diduga kuat dipicu oleh adanya oknum yang memanfaatkan kelangkaan untuk keuntungan pribadi. Modus yang kerap terjadi adalah penimbunan atau pengalihan kuota solar subsidi ke sektor industri yang tidak berhak. Hal inilah yang kemudian membuat pasokan solar di tingkat pengecer menipis dan harga jual di lapangan melonjak.

Langkah Polsek Batulicin: Pengawasan di Titik Rawan

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Polsek Batulicin meningkatkan patroli dan pemantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjadi titik rawan. Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan penyimpangan. “Kami berkomitmen memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran, terutama bagi nelayan dan petani yang sangat membutuhkan,” ujar Kapolsek dalam keterangannya.

Dampak ke Nelayan: Aktivitas Melaut Terganggu

Kelangkaan solar subsidi berdampak langsung pada aktivitas penangkapan ikan di Batulicin. Sejumlah nelayan mengaku harus mengurangi jam melaut atau bahkan terpaksa membeli solar dari pengecer dengan harga lebih mahal. Kondisi ini otomatis menekan pendapatan mereka karena biaya operasional membengkak sementara hasil tangkapan belum tentu meningkat.

Siapa yang Paling Terdampak?

Nelayan tradisional dengan kapal kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampak kelangkaan ini. Mereka tidak memiliki akses atau modal untuk membeli solar dalam jumlah besar di SPBU yang stoknya terbatas. Akibatnya, sebagian dari mereka memilih untuk tidak melaut sementara waktu sembari menunggu situasi kembali normal.

Apa Langkah Selanjutnya?

Polsek Batulicin berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat untuk memperketat pendataan konsumen BBM bersubsidi. Langkah ini diharapkan bisa memangkas celah bagi pelaku penyimpangan. Selain itu, sosialisasi kepada pemilik SPBU juga terus digencarkan agar tidak melayani pembelian solar dalam jumlah besar tanpa dokumen lengkap.

Apakah pasokan solar di Batulicin akan kembali normal?

Kapolsek Batulicin optimistis pasokan akan kembali normal seiring dengan pengawasan yang diperketat dan penindakan terhadap oknum yang bermain. Masyarakat diimbau untuk melapor jika menemukan indikasi penimbunan atau penjualan solar di atas harga eceran tertinggi (HET).

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks