Pencarian

Polres Banjarbaru Resmikan Dua Jembatan Merah Putih Presisi di Guntung Manggis dan Guntung Paring, Warga Kini Bisa Lintas Tanpa Khawatir

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:30:08 WIB
Polres Banjarbaru Resmikan Dua Jembatan Merah Putih Presisi di Guntung Manggis dan Guntung Paring, Warga Kini Bisa Lintas Tanpa Khawatir
Polres Banjarbaru meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Guntung Manggis sebagai jalur aman warga.

BANJARBARU — Warga di dua kelurahan di Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, kini bisa bernapas lega. Jembatan Merah Putih Presisi yang membentang di Kelurahan Guntung Manggis dan Guntung Paring telah beroperasi penuh. Sebelumnya, akses satu-satunya hanya berupa titian bambu dan papan kayu yang licin saat hujan, kerap memakan korban jatuh ke sungai.

Dari Titian Bambu ke Jembatan Gantung Beton

Proyek ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur Polri yang menyasar wilayah dengan akses terbatas. Kapolres Banjarbaru, AKP Pius X Febry Aceng Loda, menyebut jembatan ini bukan sekadar beton dan besi, melainkan solusi atas keluhan warga yang sudah bertahun-tahun disampaikan ke RT setempat.

“Dengan diresmikannya jembatan ini, kami berharap tidak ada lagi warga yang celaka saat menyeberang,” ujar Pius saat melakukan seremoni pemotongan pita, Senin lalu.

Dua Titik Prioritas: Guntung Manggis dan Guntung Paring

Jembatan pertama berada di RT 32 RW 09 Kelurahan Guntung Manggis, menghubungkan permukiman dengan area persawahan dan kebun warga. Jembatan kedua terletak di RT 18 RW 05 Kelurahan Guntung Paring, menjadi akses utama anak-anak sekolah menuju SD Negeri setempat yang sebelumnya harus memutar hingga dua kilometer.

Struktur jembatan menggunakan rangka baja ringan dengan lantai beton bertulang, mampu menahan beban pejalan kaki dan pengendara sepeda motor roda dua. Lebar jembatan mencapai 1,5 meter dengan panjang bentang 30 meter.

Apa Dampak Langsung bagi Warga Sekitar?

Dampak paling terasa adalah pada mobilitas harian. Ibu-ibu yang biasa menggendong anak sambil menenteng belanjaan kini tak perlu khawatir tergelincir. Anak-anak sekolah bisa berangkat lebih pagi tanpa harus takut melewati titian yang goyah. Warga juga mulai menggunakan jalur ini untuk mengangkut hasil kebun seperti pisang dan singkong ke pasar kelurahan.

Salah seorang warga Guntung Manggis, Siti Rahmah (45), mengaku baru berani membawa sepeda motor melewati jembatan itu pekan ini. “Dulu saya dorong motor saja, takut. Sekarang bisa boncengan sama anak,” katanya.

Anggaran dan Sumber Dana

Pembangunan dua jembatan ini bersumber dari dana program Kapolres Banjarbaru yang digarap oleh personel Satuan Bina Masyarakat (Satbinmas) bersama warga setempat secara gotong royong. Tidak ada anggaran APBD yang digunakan. Polres menyebut nilai material dan tenaga kerja sukarela mencapai sekitar Rp 150 juta per unit.

Proses pengerjaan memakan waktu tiga bulan, mulai dari pengecoran tiang pancang hingga pemasangan railing pengaman. Warga bergantian menyuplai makanan dan minuman bagi para pekerja.

Apakah Ada Jembatan Serupa yang Akan Dibangun Lagi?

Kapolres Banjarbaru mengisyaratkan akan ada kelanjutan program ini di titik-titik lain yang masih terisolasi. Saat ini, setidaknya masih ada tiga lokasi di Kecamatan Landasan Ulin yang diusulkan warga untuk mendapatkan jembatan serupa. “Kami akan mapping ulang, prioritasnya di akses sekolah dan fasilitas kesehatan,” pungkas Pius.

Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks