BANJARMASIN — Aries Mardiono menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas akademik di kampus. Ia menyebut, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi agen perubahan dan pengawas sosial di tengah masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Aries dalam sebuah forum diskusi dengan perwakilan mahasiswa se-Kalimantan Selatan, pekan lalu. Ia menyoroti fenomena mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktu di tempat nongkrong dibandingkan terlibat dalam isu-isu kebangsaan dan kepemiluan.
Apa yang Dimaksud dengan Motor Penggerak Reformasi?
Aries menjelaskan, mahasiswa harus kembali pada khittahnya sebagai garda terdepan dalam mengawal demokrasi. Menurutnya, gerakan mahasiswa di era reformasi dulu mampu menjatuhkan rezim otoriter, dan semangat itu harus terus diwariskan.
“Mahasiswa jangan cuma nongkrong. Mereka harus jadi motor penggerak reformasi, terutama dalam mengawasi tahapan pemilu dan pilkada,” ujar Aries dalam keterangannya, Senin lalu.
Bawaslu Ajak Mahasiswa Awasi Pilkada 2024
Bawaslu Kalsel membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa untuk menjadi pengawas partisipatif. Aries mengatakan, keterlibatan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memastikan proses demokrasi berjalan jujur dan adil.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mahasiswa punya akses ke komunitas dan media sosial yang luas. Mereka bisa melaporkan pelanggaran pemilu secara langsung ke Bawaslu,” tambahnya.
Mengapa Mahasiswa Sering Dikritik Kurang Peduli Politik?
Fenomena mahasiswa yang lebih memilih nongkrong dibandingkan terlibat politik bukan hal baru. Aries menilai, hal itu terjadi karena minimnya literasi politik dan kurangnya ruang dialog yang membumi di kalangan mahasiswa.
Ia mendorong kampus dan organisasi kemahasiswaan untuk lebih aktif mengadakan diskusi publik. Menurutnya, kafe dan warung kopi bisa menjadi tempat diskusi yang produktif, bukan sekadar tempat bersantai tanpa arah.
“Nongkrong boleh, tapi isi diskusinya harus berbobot. Jangan hanya soal gosip atau hal-hal yang tidak membangun,” kata Aries.
Bagaimana Mahasiswa Bisa Mulai Berperan?
Aries menyarankan mahasiswa untuk bergabung dengan komunitas pengawas pemilu atau menjadi relawan demokrasi. Bawaslu Kalsel, kata dia, telah menyiapkan program edukasi dan pelatihan bagi mahasiswa yang ingin terlibat.
“Tidak perlu jadi aktivis besar. Mulai dari hal kecil, seperti mengajak teman-teman di kos atau kelas untuk ikut memantau proses pemilu,” pungkasnya.