BANJARMASIN — Pendaftaran SPMB jenjang SMP akan dibuka mulai 9 Juni 2026, disusul SD pada 22 Juni 2026. Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan pihaknya akan memantau langsung pelaksanaan pendaftaran online untuk mengantisipasi gangguan teknis, terutama pada server.
“Pasti ada monitoring untuk pengawasan jalannya pendaftaran online. Terutama terkait server. Supaya menghindari gangguan dalam pendaftaran sistem online,” ujar Ryan, Selasa (2/6/2026).
Kerja Sama dengan Diskominfotik dan Telkom
Untuk mengantisipasi server down, Disdik sudah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin serta pihak Telkom. “Mudah-mudahan tidak ada gangguan terkait teknis pelaksanaan,” imbuhnya.
Meski serba digital, Disdik tidak meninggalkan layanan manual. Setiap sekolah diminta menyediakan petugas yang siap membantu wali murid yang kurang paham atau tidak memiliki perangkat untuk mendaftar secara online.
Empat Jalur Penerimaan dan Kuota Zonasi 80 Persen
SPMB tahun ini membuka empat jalur: afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili. Khusus untuk jenjang SD, Kepala SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin, Asiah, merinci jadwal pendaftaran dimulai 22 Juni untuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi. Pengumuman tiga jalur itu akan keluar pada 24 Juni 2026.
“Kuota afirmasi dan prestasi masing-masing 15 persen, mutasi 5 persen. Sedangkan jalur domisili atau zonasi dibuka 26 Juni dengan kuota 80 persen,” jelas Asiah.
SDN Sungai Miai 5 tahun ini hanya membuka dua rombongan belajar dengan total 56 siswa. Asiah mengakui setiap tahun peminatnya cukup banyak, namun terkendala kuota. “Pengalaman tahun kemarin, kebanyakan pendaftar justru dari warga Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, karena letak sekolah di perbatasan,” tambahnya.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Diterima di Pilihan Pertama?
Ryan menuturkan, Disdik akan mengarahkan siswa yang tidak lolos di pilihan pertama ke sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa. Sekolah yang belum memenuhi kuota penerimaan diperbolehkan membuka pendaftaran kembali sesuai juknis yang berlaku.
“Dari sistem online, kita bisa mengevaluasi sekolah mana yang paling banyak diminati dan tidak. Hal itu akan kami evaluasi untuk pemerataan,” ujarnya.
SPMB online dinilai lebih transparan dan akurat. Namun Ryan mengakui, persoalan sekolah yang sepi peminat tetap ada setiap tahun. Posko pengaduan di Kantor Disdik Kota Banjarmasin akan beroperasi selama masa pendaftaran untuk menampung keluhan wali murid.