BANJARMASIN — Kebahagiaan Idul Adha 1447 Hijriah pekan lalu tidak hanya dirasakan oleh mereka yang mampu berkurban. Di sejumlah kelurahan di Kota Banjarmasin dan sekitarnya, warga penerima bantuan daging kurban dari PLN UID Kalselteng mengaku bersyukur bisa ikut merayakan hari raya dengan lauk istimewa.
General Manager PLN UID Kalselteng, Ahmad Syauki, mengatakan program kurban tahun ini melibatkan pegawai yang menitipkan hewan kurban melalui perusahaan. Total ada 12 ekor sapi yang disembelih, meningkat dari tahun sebelumnya.
Daging Kurban Langsung ke Panti Asuhan dan Masjid
Distribusi daging dilakukan secara bertahap pada hari raya dan hari tasyrik. PLN menggandeng pengurus masjid dan takmir di sekitar lokasi penyembelihan untuk memastikan daging sampai ke penerima yang tepat.
"Kami sengaja tidak menggelar acara seremonial besar. Fokusnya adalah daging kurban bisa segera diolah dan dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Syauki dalam keterangan tertulisnya, Senin lalu.
Mengapa Distribusi Kurban PLN Berbeda Tahun Ini?
PLN UID Kalselteng mengubah pola distribusi tahun ini. Alih-alih mengundang penerima ke kantor, tim kurban langsung mendatangi panti asuhan dan permukiman padat penduduk. Langkah ini diambil agar lebih banyak warga lansia dan penyandang disabilitas yang terjangkau.
Di Banjarmasin, salah satu titik distribusi berada di Panti Asuhan Darul Hadlanah. Pengurus panti, Siti Rahmah, mengaku senang karena jatah daging kurban tahun ini lebih banyak dari tahun lalu.
"Anak-anak bisa makan sate dan gulai. Ini momen yang mereka tunggu setiap tahun," kata Siti.
Nominal Hewan Kurban: Satu Ekor Sapi Capai Rp 25 Juta
Setiap ekor sapi yang dikurbankan memiliki bobot rata-rata 300 kilogram. Nilai satu ekor sapi diperkirakan mencapai Rp 25 juta, bergantung pada kualitas dan berat. Total nilai hewan kurban yang disalurkan oleh pegawai PLN UID Kalselteng mencapai sekitar Rp 300 juta.
Daging kurban dipotong dan dikemas dalam kantong plastik ukuran setengah kilogram. Hal ini memudahkan warga untuk langsung mengolahnya tanpa perlu memotong ulang.
Apakah Ada Program Serupa di Daerah Lain?
PLN UID Kalselteng menegaskan kegiatan serupa juga berlangsung di unit-unit PLN di kabupaten lain, seperti Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Palangka Raya. Koordinasi dilakukan dengan dinas sosial setempat agar data penerima akurat.
Syauki berharap tradisi kurban ini bisa terus berlanjut. "Ini bukan sekadar ritual. Ini bentuk kehadiran PLN di tengah masyarakat, khususnya saat hari besar keagamaan," pungkasnya.