BANJARMASIN — Target 11 kursi DPRD Kota Banjarmasin bukan angka sembarangan. Angka itu merujuk pada capaian tertinggi Partai Demokrat pada Pemilu 2014, saat partai tersebut menjadi salah satu kekuatan dominan di legislatif ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat secara langsung menyampaikan target tersebut saat bertemu kader dan pengurus DPC Demokrat Banjarmasin. Ia meminta struktur partai di tingkat kota bekerja keras mengulang prestasi satu dekade lalu.
Mengapa Target 11 Kursi Jadi Tolok Ukur?
Pada Pemilu 2024, Demokrat Banjarmasin hanya mampu mengamankan 5 kursi DPRD. Angka itu turun drastis jika dibandingkan dengan perolehan 11 kursi pada 2014 yang menjadikan Demokrat sebagai partai papan atas di Banjarmasin.
Penurunan ini yang coba dibalikkan oleh DPP. Target 11 kursi berarti Demokrat harus menambah 6 kursi tambahan dalam satu periode pemilu — sebuah lompatan yang membutuhkan kerja politik ekstra.
Apa Strategi yang Disiapkan?
Meski bahan berita belum merinci strategi teknis yang akan dijalankan, tantangan dari DPP ini menandakan bahwa Banjarmasin menjadi salah satu prioritas partai di Kalimantan Selatan. Demokrat disebut ingin mengembalikan basis massa yang sempat tergerus.
DPC Demokrat Banjarmasin kini dituntut menyusun peta politik baru. Mulai dari konsolidasi kader hingga pendekatan ke pemilih muda yang mendominasi struktur demografi kota.
Banjarmasin: Medan Pertarungan Sengit
Kota Banjarmasin selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kompetisi politik paling ketat di Kalsel. Basis pemilih perkotaan yang dinamis membuat perolehan kursi antarpartai kerap berubah drastis dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.
Target 11 kursi dari DPP menjadi sinyal bahwa Demokrat tidak ingin sekadar jadi partai menengah di Banjarmasin. Mereka ingin kembali ke jajaran elite legislatif kota.
Hingga berita ini diturunkan, DPC Demokrat Banjarmasin belum merilis pernyataan resmi mengenai langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk mengejar target tersebut. Namun, tantangan dari pusat sudah jelas: ulang kejayaan, atau tertinggal di periode berikutnya.