KOTABARU — Ratusan nelayan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengancam akan menggelar aksi turun ke jalan jika kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi tidak segera diatasi. Jeritan para nelayan di Bumi Saijaan ini sudah berlangsung berhari-hari dan mulai mengganggu aktivitas melaut mereka.
Apa Pemicu Kemarahan Nelayan Kotabaru?
Kelangkaan solar bersubsidi membuat para nelayan kesulitan mendapatkan BBM untuk melaut. Akibatnya, banyak kapal yang terpaksa berhenti beroperasi karena tidak memiliki stok bahan bakar yang cukup.
Seorang nelayan setempat mengaku sudah berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain, namun hasilnya tetap nihil. "Kami sudah capai. Solar langka, harga di pengecer sudah tembus Rp 10 ribu per liter," ujarnya.
Berapa Kerugian yang Dialami Nelayan?
Para nelayan mengaku setiap hari mereka kehilangan pendapatan karena tidak bisa melaut. Dalam kondisi normal, satu kapal bisa menghasilkan tangkapan hingga Rp 500 ribu per hari.
Jika kelangkaan berlanjut, kerugian kolektif bisa mencapai puluhan juta rupiah per hari. "Kami hanya minta solar bersubsidi bisa didapatkan dengan mudah, sesuai kuota yang seharusnya," kata perwakilan nelayan.
Apa yang Akan Dilakukan Nelayan Selanjutnya?
Rencana aksi turun ke jalan sudah disiapkan. Mereka akan menyambangi Kantor Bupati Kotabaru jika dalam waktu dekat kelangkaan solar tidak kunjung teratasi.
"Kami tidak punya pilihan lain. Pemerintah harus dengar suara kami. Ini menyangkut hidup mati kami," tegasnya. Aksi damai direncanakan dalam pekan ini jika tidak ada perubahan.
Siapa yang Paling Terdampak?
Nelayan kecil yang menggantungkan hidup pada hasil laut setiap hari menjadi pihak paling terdampak. Mereka tidak memiliki cadangan modal untuk membeli solar di harga non-subsidi yang lebih mahal.
Kondisi ini diperparah dengan cuaca yang masih bersahabat. "Sayang sekali, cuaca bagus tapi kami tidak bisa melaut karena solar kosong," keluh nelayan lainnya.
FAQ: Apa yang Perlu Diketahui soal Kelangkaan Solar di Kotabaru?
Apakah solar bersubsidi sudah benar-benar habis di Kotabaru?
Berdasarkan informasi dari lapangan, sejumlah SPBU mengaku kuota solar bersubsidi mereka sudah habis. Nelayan mengaku harus mengantre sejak subuh namun tetap tidak kebagian.
Kapan aksi turun ke jalan akan dilakukan?
Rencananya aksi akan digelar dalam waktu dekat, pekan ini, jika pemerintah daerah tidak segera merespons keluhan para nelayan.
Apa tuntutan utama nelayan?
Nelayan menuntut penambahan kuota solar bersubsidi dan pengawasan distribusi agar tidak bocor ke pihak yang tidak berhak. Mereka juga meminta pemkab turun tangan langsung.