BANJARMASIN — Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin mulai mematangkan integrasi data dari tingkat bawah melalui Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Statistik Sektoral Kelurahan. Langkah ini bertujuan agar setiap kebijakan pembangunan yang diambil pemerintah kota berpijak pada basis data yang valid, mutakhir, dan terpadu.
Kegiatan yang berlangsung di Aula BKPSDM Kayu Tangi pada Kamis (7/5) ini menyasar para pengelola data statistik di seluruh kelurahan se-Kota Banjarmasin. Fokus utamanya adalah memastikan penginputan data pada Portal Satu Data Kota Banjarmasin berjalan sesuai standar statistik nasional.
Mengapa Kelurahan Jadi Kunci Utama Validitas Data Pembangunan?
Kepala Bidang Statistik dan Tata Kelola Pemerintah Digital Diskominfotik Kota Banjarmasin, Nurbaiti, menjelaskan bahwa kelurahan merupakan unit pemerintahan yang paling dekat dengan realitas masyarakat. Oleh karena itu, kualitas data yang dihimpun dari tingkat kelurahan menentukan keberhasilan perencanaan di level kota.
"Kelurahan memiliki peran penting dalam menyediakan data yang menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan," ujar Nurbaiti di hadapan para peserta.
Menurutnya, tanpa tata kelola data yang baik, pemerintah akan kesulitan melakukan evaluasi pembangunan secara objektif. Melalui sistem yang terintegrasi, setiap informasi yang masuk ke portal pusat dipastikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Mekanisme Penginputan Data pada Portal Satu Data Banjarmasin
Dalam bimbingan teknis ini, para aparatur kelurahan dibekali kemampuan teknis mengenai mekanisme statistik sektoral. Diskominfotik menghadirkan Statistisi Ahli Muda BPS Kota Banjarmasin, Nuruddin Zain, untuk memberikan panduan langsung terkait standarisasi data.
Nurbaiti menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ini bukan sekadar rutinitas administratif. Ada target besar untuk menciptakan ekosistem data yang sinkron antara kebutuhan kelurahan dan arah kebijakan pemerintah kota secara keseluruhan.
"Melalui tata kelola data yang baik, kita diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, serta dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.
Dorong Koordinasi Berkelanjutan Antar-Instansi
Selain aspek teknis penginputan, Pemkot Banjarmasin menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pengelola data di kelurahan dengan Diskominfotik. Koordinasi yang kuat dianggap sebagai syarat mutlak agar implementasi Satu Data dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Peserta diminta untuk tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban input data, tetapi juga aktif melakukan verifikasi di lapangan. Hal ini penting agar data sektoral yang tersaji di portal benar-benar mencerminkan kondisi riil warga Banjarmasin.
"Harapannya peserta dapat memahami mekanisme statistik sektoral dan meningkatkan kemampuan pengelolaan data di sistem Satu Data," pungkas Nurbaiti.