JAKARTA - Upaya menghadirkan ruang terbuka hijau yang edukatif terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam mendorong kualitas lingkungan dan ruang publik. Salah satu proyek strategis yang kini dipercepat adalah pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati di kawasan Tanjung Selor.

Kebun raya ini tidak hanya dirancang sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat yang ramah lingkungan. Pemerintah daerah memandang keberadaan kebun raya sebagai investasi jangka panjang bagi pelestarian alam dan kualitas hidup warga.

Pemerintah Kabupaten Bulungan terus mematangkan pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati yang berlokasi di Tanjung Selor. Kawasan ini direncanakan untuk diresmikan dan mulai dimanfaatkan secara luas pada tahun 2026.

Pembangunan kebun raya tersebut menjadi bagian dari agenda prioritas daerah dalam menghadirkan ruang hijau terpadu. Selain berfungsi ekologis, kawasan ini juga diarahkan sebagai pusat edukasi dan rekreasi keluarga.

"Progres pembangunan kawasan tersebut berjalan aktif dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah," kata Bupati Bulungan, Syarwani di Tanjung Selor, Rabu. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan.

Kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi kunci percepatan pembangunan kebun raya ini. Setiap instansi memiliki peran strategis dalam mendukung penyelesaian fasilitas dan penataan kawasan.

Kolaborasi Perangkat Daerah Percepat Penataan Kawasan

Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR Kabupaten Bulungan terus melaksanakan kegiatan pembangunan dan penataan kawasan. Kegiatan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar hingga penataan kawasan tematik.

Termasuk kawasan taman tematik yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup. Penataan taman ini dirancang untuk memperkuat fungsi edukasi dan estetika kawasan.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan. Pemerintah daerah memastikan setiap tahapan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem.

Menurut Bupati, pengembangan Kebun Raya Bunda Hayati memiliki nilai strategis bagi daerah. Kawasan ini diposisikan sebagai pusat konservasi tanaman dan tumbuhan endemik.

Menurutnya, pengembangan Kebun Raya Bunda Hayati merupakan bagian penting dari upaya pelestarian potensi tanaman dan tumbuhan endemik. Fokus utama diarahkan pada kekayaan hayati yang ada di Kabupaten Bulungan.

Pelestarian tumbuhan endemik dinilai penting untuk menjaga identitas ekologis daerah. Kebun raya ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran bagi generasi muda.

“Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk melestarikan potensi tumbuhan endemik Bulungan, sekaligus menghadirkan ruang publik yang ramah lingkungan dan hijau,” tegasnya. Pernyataan ini menegaskan visi lingkungan yang diusung pemerintah daerah.

Kebun raya tidak hanya difungsikan sebagai kawasan konservasi pasif. Pemerintah daerah ingin menjadikannya ruang publik yang hidup dan inklusif.

Fasilitas Publik Disiapkan untuk Semua Kalangan

Bupati Syarwani juga mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas publik tengah dan akan terus dibangun. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas sosial, edukasi, dan rekreasi.

Salah satu fasilitas yang tengah disiapkan adalah amfiteater sebagai ruang publik terbuka. Amfiteater ini direncanakan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, dan interaksi masyarakat.

Selain amfiteater, kawasan labirin juga dibangun sebagai daya tarik tersendiri. Labirin ini dirancang sebagai arena bermain yang menyenangkan sekaligus sarana edukasi.

“Insya Allah, amfiteater yang kita bangun di sini akan menjadi kawasan publik,” jelasnya. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang berkumpul yang nyaman bagi masyarakat.

“Demikian juga dengan labirin yang akan menjadi arena bermain bagi putra-putri kita, sekaligus taman edukasi untuk seluruh masyarakat,” tambahnya. Konsep ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan lintas usia.

Pembangunan fasilitas publik ini dilakukan dengan konsep ramah lingkungan. Material dan desain kawasan disesuaikan dengan karakter alam sekitar.

Pemerintah daerah berharap keberadaan fasilitas ini mampu meningkatkan minat kunjungan masyarakat. Kebun raya diharapkan menjadi destinasi baru yang membanggakan Bulungan.

Keberadaan ruang publik yang berkualitas dinilai penting untuk mendukung kesehatan mental dan sosial masyarakat. Kebun raya diharapkan menjadi ruang relaksasi yang mudah diakses.

Target Peresmian dan Harapan Jangka Panjang

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bulungan berkomitmen melanjutkan berbagai langkah strategis. Langkah tersebut dilakukan agar kawasan Kebun Raya Bunda Hayati dapat dimanfaatkan secara optimal.

Optimalisasi kawasan mencakup pengelolaan, pemeliharaan, dan pengembangan program edukasi. Pemerintah daerah ingin memastikan kebun raya ini berkelanjutan.

Kawasan ini juga diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata daerah. Kehadiran kebun raya dinilai dapat meningkatkan daya tarik Tanjung Selor.

Selain pariwisata, kebun raya juga berpotensi menjadi pusat penelitian dan edukasi lingkungan. Kerja sama dengan institusi pendidikan diharapkan dapat terjalin ke depan.

Bupati Syarwani menyampaikan target jangka menengah untuk peresmian kawasan tersebut. Momentum peresmian direncanakan bertepatan dengan hari bersejarah bagi daerah.

“Kita menargetkan, mudah-mudahan pada tahun 2026, bertepatan dengan momentum Hari Jadi Bulungan, Kebun Raya Bunda Hayati dapat kita launching secara resmi,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi penanda komitmen pemerintah daerah.

Peluncuran resmi kebun raya diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bulungan. Pemerintah daerah ingin menghadirkan simbol kemajuan yang berbasis lingkungan.

“Sebagai kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan,” pungkas Bupati. Harapan ini mencerminkan semangat kolektif dalam menjaga dan memanfaatkan ruang hijau.

Dengan selesainya pembangunan kebun raya, masyarakat diharapkan memiliki ruang publik yang berkualitas. Kebun Raya Bunda Hayati diharapkan menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

Reporter: Redaksi