JAKARTA - Upaya memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut. Perhatian pemerintah daerah kembali difokuskan pada masyarakat yang terdampak langsung di wilayah Kecamatan Martapura Timur.

Pemerintah Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Penyaluran ini menjadi bagian dari rangkaian respons berkelanjutan pemerintah daerah terhadap bencana banjir.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako. Isi paket tersebut mencakup beras, minyak goreng, mie instan, gula, serta kebutuhan pokok lainnya.

Langkah ini diambil untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama bagi warga yang aktivitas ekonominya terganggu akibat genangan air.

Ratusan Paket Disalurkan ke Dua Desa Terdampak

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar, Hafizh Anshari, menjelaskan jumlah bantuan yang disalurkan. Total sebanyak 629 paket sembako didistribusikan kepada warga terdampak.

“Sebanyak 629 paket sembako kami salurkan. Untuk warga Desa Sungai Kitano sebanyak 304 paket dan Desa Dalam Pagar sebanyak 325 paket,” ucap Hafizh Anshari di Martapura, Rabu.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan langsung ke desa-desa terdampak. Pemerintah memastikan bantuan diterima oleh warga yang membutuhkan.

Hafizh mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Bupati Banjar Saidi Mansyur. Dalam pelaksanaannya, Bupati diwakili oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar.

Arahan tersebut menegaskan pentingnya kecepatan respons pemerintah daerah. Kehadiran langsung di lapangan menjadi bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

Selain DPMD, sejumlah perangkat daerah turut terlibat dalam kegiatan ini. Kolaborasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan kelancaran penyaluran bantuan.

Sinergi Perangkat Daerah di Lapangan

Penyaluran bantuan di Kecamatan Martapura Timur turut didampingi oleh sejumlah pejabat daerah. Kehadiran mereka memperkuat koordinasi selama kegiatan berlangsung.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, ikut mendampingi proses distribusi. Kehadiran DPKP penting dalam mendukung aspek keselamatan di lokasi terdampak banjir.

Selain itu, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, Faisal, juga hadir di lapangan. Peran DKISP diperlukan untuk mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik DKISP Banjar, Syawli Syahri, turut mendampingi kegiatan. Dukungan komunikasi publik menjadi bagian dari transparansi kegiatan pemerintah.

Jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar juga terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka membantu kelancaran mobilisasi bantuan dan pengaturan lalu lintas di wilayah terdampak.

Hafizh Anshari menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk empati kepada warga. Bantuan disalurkan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.

“Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah banjir,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bergerak cepat hingga kondisi kembali normal.

“Kami ingin memastikan warga yang terdampak banjir tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya. Pemerintah daerah akan terus hadir dan bergerak cepat membantu masyarakat sampai kondisi kembali normal,” ujarnya.

Apresiasi Warga atas Perhatian Pemerintah Daerah

Bantuan yang disalurkan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai bantuan sembako sangat membantu dalam situasi sulit.

Kepala Desa Dalam Pagar, Muhammad Kamaludin Ismail, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Banjar dan seluruh jajaran.

Menurutnya, bantuan sembako yang diterima warga sangat berarti. Bantuan tersebut membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

“Bantuan ini sangat berarti dan membantu meringankan beban masyarakat,” katanya. Ia berharap perhatian pemerintah daerah dapat terus berlanjut.

Muhammad Kamaludin juga berharap dukungan tidak berhenti pada bantuan sembako. Ia menginginkan pendampingan hingga warga dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Semoga perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah terus berlanjut hingga warga dapat kembali beraktivitas secara normal,” katanya.

Pemerintah desa berperan aktif dalam memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat. Pendataan warga terdampak dilakukan untuk menghindari bantuan tidak tepat sasaran.

Koordinasi antara pemerintah desa dan kabupaten dinilai berjalan baik. Hal ini memudahkan proses distribusi di lapangan.

Bantuan Disalurkan Bertahap ke Berbagai Wilayah

Sebelum penyaluran di Kecamatan Martapura Timur, Pemkab Banjar juga menyalurkan bantuan di wilayah lain. Bantuan disalurkan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan.

Pada pagi hari yang sama, pemerintah daerah telah menyalurkan lebih dari 600 paket sembako. Bantuan tersebut disalurkan ke tiga wilayah lainnya.

Wilayah pertama adalah Kelurahan Tanjung Rema Darat. Di lokasi tersebut, sebanyak 156 paket sembako disalurkan kepada warga.

Selanjutnya, bantuan juga diberikan kepada warga Kelurahan Jawa. Sebanyak 44 paket sembako disalurkan untuk membantu warga terdampak.

Wilayah ketiga adalah Kelurahan Jawa Laut. Di kelurahan ini, jumlah bantuan yang disalurkan mencapai 400 paket sembako.

Distribusi bantuan yang dilakukan secara bertahap bertujuan menjangkau seluruh wilayah terdampak. Pemerintah daerah memastikan tidak ada wilayah yang terlewat.

Pemkab Banjar terus memantau kondisi banjir di berbagai kecamatan. Data dari lapangan menjadi dasar penentuan lokasi prioritas bantuan.

Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan. Penanganan pascabanjir menjadi bagian dari agenda pemerintah.

Pemkab Banjar berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan memberi rasa aman.

Upaya penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata pelayanan publik. Pemerintah daerah berupaya hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat.

Sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana. Pemkab Banjar berharap seluruh warga dapat segera kembali menjalani aktivitas secara normal

Reporter: Redaksi