Stray Kids Ikut Boikot Grammy Awards ke-69, Kosongkan Pendaftaran

Penulis: Toni Haryadi  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:51:31 WIB
Stray Kids resmi tidak mendaftarkan karya musiknya ke Grammy Awards ke-69.

KALIMANTAN SELATAN — Stray Kids resmi tidak mendaftarkan karya musik mereka ke Grammy Awards ke-69, menyusul gelombang protes terhadap kategori baru Best Asian Pop Music Performance. Keputusan ini dikonfirmasi JYP Entertainment kurang dari sehari setelah Recording Academy menyatakan tetap mempertahankan kategori tersebut. Langkah serupa sebelumnya diambil BTS pada Juli lalu.

JYP Entertainment selaku agensi yang menaungi Stray Kids memastikan grup besutan mereka tidak mengirimkan satu pun karya untuk ajang penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat tersebut. Keterangan itu disampaikan melalui pernyataan resmi kepada media Korea, Senin (5/10), tanpa menyebut alasan rinci di balik keputusan tersebut.

"Stray Kids tidak mendaftarkan karya untuk Grammys," tulis keterangan resmi agensi seperti dikutip Korea Times.

Rekam Jejak Stray Kids di Panggung Global

Keputusan ini terbilang mengejutkan karena Stray Kids dijagokan sebagai salah satu kandidat kuat di Grammy tahun depan. Posisi mereka di industri musik global tergolong masif.

Grup ini tercatat sembilan kali memuncaki tangga album Billboard 200. Pencapaian itu menempatkan mereka sebagai grup dengan jumlah album nomor satu terbanyak kedua sepanjang sejarah, hanya di bawah The Beatles.

Seluruh delapan member Stray Kids juga memegang hak suara sebagai voting member di Recording Academy. Artinya, mereka punya akses langsung untuk menentukan pemenang di ajang tersebut.

Kategori Best Asian Pop Music Performance dan Gelombang Penolakan

Recording Academy pertama kali mewacanakan kategori musik pop Asia pada Juni 2026. Kategori ini dirancang memberi ruang bagi musik populer Asia, mencakup K-pop, J-pop, hingga C-pop.

Kebijakan itu langsung menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah musisi dan pengamat menilai pengelompokan genre tersebut diskriminatif dan berisiko mengesampingkan musisi Asia dari kategori-kategori utama Grammy.

Kritik tajam menilai pengotakan semacam ini sulit diterima ketika K-pop sudah berkembang menjadi kekuatan musik global. Alih-alih memperluas pengakuan, kategori regional itu dikhawatirkan justru membatasi ruang gerak musisi Asia dan menyingkirkan mereka dari persaingan adil di kategori umum.

Recording Academy bergeming. Penyelenggara mengklaim dukungan terhadap kehadiran kategori anyar ini jauh lebih banyak dibanding gelombang penolakan yang muncul.

BTS Lebih Dulu Menarik Diri

Gelombang protes memuncak pada Juli lalu ketika BTS memutuskan menarik diri sepenuhnya dari pendaftaran di seluruh kategori Grammy ke-69. Ketujuh anggota BTS menyampaikan pesan bersama yang diunggah di akun mereka.

Dalam pesan tersebut, BTS menyatakan harapan agar karya musik dapat "didengar dan dicintai apa adanya, alih-alih dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa."

Mundurnya BTS dan Stray Kids sebagai dua raksasa K-pop kini mengarahkan sorotan ke grup-grup lain. Tekanan publik mulai mengarah ke nama-nama besar lain di industri ini untuk menentukan sikap serupa.

ATEEZ Masih Menimbang

Pentolan boyband ATEEZ, Hongjoong, menyuarakan pandangannya dalam wawancara bersama majalah Variety. Ia mengaku memahami langkah yang diambil BTS dan tengah memikirkan posisi grupnya terkait kontroversi ini.

"Tidak ada yang tahu pasti alasan sebenarnya. Namun bagi saya pribadi, sejujurnya saya sedikit setuju dengan langkah yang diambil BTS," tutur Hongjoong.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kontroversi kategori regional Grammy belum akan surut dalam waktu dekat. Sejumlah grup K-pop lain diperkirakan akan menyusul menentukan sikap dalam beberapa pekan ke depan.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top