Bupati Tanah Laut Resmikan Tugu 0 Kilometer Pelaihari Setinggi 7,45 Meter, Satu-satunya di Kalsel yang Bisa Berputar

Penulis: Udin Syamsul  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:17:01 WIB
Bupati Tanah Laut meresmikan Tugu 0 Kilometer Pelaihari setinggi 7,45 meter di Simpang Empat Pasar Lawas.

PELAIHARI — Peresmian Tugu 0 Kilometer Pelaihari dihadiri Wakil Bupati Tanah Laut H.M. Zazuli, Sekretaris Daerah Tala Ismail Fahmi, serta jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tanah Laut. Kawasan Simpang Empat Pasar Lawas dipilih sebagai titik berdirinya tugu karena posisinya di jantung Kota Pelaihari.

Rahmat Trianto menyebut setiap daerah yang maju selalu punya simbol keberadaan dan titik awal perjuangan. Menurutnya, Tugu 0 Kilometer bukan sekadar bangunan fisik penanda jarak geografi.

"Lebih dari itu, tugu ini adalah suatu simbol pusat denyut nadi pembangunan Tanah Laut. Pemerintah daerah akan terus berkomitmen menghadirkan fasilitas publik yang nyaman, indah, dan bermanfaat untuk seluruh warga," ujar Bupati.

Filosofi di Balik Tugu Setinggi 7,45 Meter

Desain tugu memuat sejumlah elemen kearifan lokal Tanah Laut. Bagian mahkota menampilkan siluet anggrek bulan sebagai representasi tanaman endemik khas daerah itu.

Badan belanga menyimbolkan kekayaan alam yang terus berputar dan berkesinambungan, sementara pola Ombak Sinapur Karang menggambarkan potensi kekayaan alam daerah. Bentuk spiral secara keseluruhan melambangkan dinamika dan pertumbuhan berkelanjutan, dengan elemen bunga sebagai cerminan keindahan alam Tanah Laut.

Berputar Setiap Malam Mulai Pukul 19.00 WITA

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut, Gusti Dwi Erzandi Kasuma, menjelaskan tugu didesain seminimalis mungkin namun tetap menarik agar menjadi daya tarik wisata baru. Warga lokal maupun pendatang diharapkan tertarik berkunjung ke kawasan tersebut.

"Ada lambang-lambang ikonik Tanah Laut, lambang Pancasila, hingga patung Kijang. Artinya, ketika bersamaan kita berlari seperti Kijang, ke depan Tanah Laut akan bisa lebih maju lagi," ungkap Gusti Dwi.

Gusti Dwi menyebut keunggulan paling unik dari landmark baru ini adalah mekanisme putarnya. "Dan yang paling ikonik lagi, tugu yang sekarang itu satu-satunya di Kalimantan Selatan yang bisa berputar. Tugu ini nantinya akan berputar setiap hari mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WITA," tambahnya.

Warga Diminta Ikut Menjaga Fasilitas Publik

Rahmat Trianto berpesan agar masyarakat turut memiliki dan menjaga fasilitas publik di kawasan tugu. Ia mengingatkan kebersihan dan keindahan kawasan menjadi tanggung jawab bersama warga Tanah Laut.

"Tugu 0 km beserta seluruh fasilitas umum ini adalah milik kita bersama. Mari kita jaga dan pelihara kebersihan serta keindahannya. Jangan dikotori, jangan dirusaki, dan mari kita jadikan tugu ini sebagai wujud rasa bangga budaya tertib warga Tanah Laut," ajaknya.

Kehadiran landmark dengan konsep modern dan penuh filosofi itu disambut antusiasme warga yang hadir dalam prosesi peresmian.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: pelaiharinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top