BANJARBARU — Hujan yang turun di sejumlah titik Kalimantan Selatan dinilai memberi perubahan pada kondisi udara. Namun, perubahan itu belum cukup jadi jaminan bahwa udara sudah bebas dari asap.
Akbar mengingatkan warna langit yang masih kelabu tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk memastikan kondisi awan maupun asap. Menurutnya, pendataan kualitas udara terbaru tetap perlu dilakukan untuk membaca nilai PM2.5 secara akurat.
BMKG menyebut hujan dari operasi modifikasi cuaca yang mengguyur Kalsel memang berdampak pada kualitas udara. Akbar berharap OMC berikutnya bisa kembali menurunkan hujan untuk mengurangi efek asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Harapan itu datang dengan catatan. Efek OMC hanya terasa di wilayah tertentu, sehingga tidak semua daerah otomatis terbebas dari asap.
"Sehingga kemudian tidak semua wilayah kita itu bisa terbebas asap. Maka yang paling efektif juga selain OMC adalah kita tetap melakukan pencegahannya terjadinya kebakaran baru dan juga terus melakukan patroli dan pemadaman di titik-titik di mana masih terjadi kebakaran dan juga adanya masih asap," kata Akbar.
Kelompok rentan jadi perhatian utama. Akbar menyarankan penggunaan masker saat keluar rumah, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Untuk ruangan, ia menyarankan bangunan memiliki ventilasi yang baik. Ventilasi bisa ditutup saat asap tebal agar tidak masuk ke dalam rumah, lalu dibuka kembali ketika udara membaik supaya sirkulasi di dalam bangunan lancar.
"Kalau kita kaitkan kondisi ini pada bangunan, maka sebaiknya bangunan itu memiliki ventilasi yang baik, bisa ditutup pada kondisi asap yang tebal. Agar tidak masuk ke dalam rumah namun juga bisa dibuka ketika kemudian udara membaik, agar situasi udara di dalam bangunan bisa kembali lancar ataupun bersirkulasi," tambahnya.
Akbar menempatkan pencegahan kebakaran baru sebagai langkah paling efektif, di samping OMC. Patroli dan pemadaman di titik yang masih berasap dinilai perlu terus dijalankan.
Peringatan ini jadi pengingat bahwa hujan buatan bukan solusi tunggal. Warga Kalsel diminta tetap memantau kondisi udara sekitar dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan selama asap masih berpotensi muncul.