Bank Indonesia Kalimantan Selatan mendorong diversifikasi ekonomi daerah untuk menghadapi tekanan komoditas global, sementara sejumlah peristiwa lain mewarnai Kalsel pada Sabtu (26/9/2026). Mulai dari korban kebakaran di Tabalong yang menerima bantuan, wacana Trans Banjarbakula, hingga pembinaan ratusan penerima beasiswa Adaro. Berikut rangkuman berita ekonomi dan kesra yang menarik dibaca kembali.
BANJARMASIN — Bank Indonesia Kalimantan Selatan menilai tekanan komoditas global menuntut daerah memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Langkah diversifikasi diarahkan agar Kalsel tidak bergantung pada satu sektor saja. Kebijakan itu menjadi salah satu sorotan pemberitaan ekonomi dan kesra di provinsi ini.
Diversifikasi ekonomi menjadi respons atas gejolak harga komoditas yang memengaruhi penerimaan daerah. Sektor-sektor di luar tambang dan perkebunan disebut perlu digenjot. Upaya ini diharapkan menjaga stabilitas ekonomi Kalsel.
Warga korban kebakaran di Desa Warukin, Tabalong, menerima bantuan dari pihak terkait. Penyaluran bantuan menyasar rumah tangga yang terdampak peristiwa tersebut. Bantuan diarahkan untuk meringankan beban warga pascakejadian.
Wacana pengembangan layanan transportasi publik mencuat untuk kawasan Banua Anam. Kawasan ini dinilai membutuhkan moda serupa Trans Banjarbakula. Usulan itu muncul sebagai bagian dari pembahasan kebutuhan konektivitas antarwilayah.
Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor memperkuat upaya pembasahan lahan gambut. Kegiatan ini bertujuan mencegah kebakaran lahan di musim kemarau. Pembasahan dilakukan pada titik-titik rawan di sekitar wilayah tersebut.
Ratusan penerima beasiswa Adaro mengikuti program pembinaan yang digelar perusahaan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas para penerima beasiswa. Pembinaan menjadi bagian dari rangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan.