BANJARMASIN — Sejumlah warga di Banjarmasin masih terlihat berlari pada sore hari meski kabut asap menyelimuti wilayah Kalimantan Selatan. Aktivitas olahraga di luar ruangan itu berlangsung dengan penyesuaian, terutama pada intensitas dan durasi.
Rido, salah satu warga yang tetap berlari, menyebut kondisi udara memang terasa berbeda dibandingkan saat udara sedang bersih. Asap cukup terasa ketika ia mulai meningkatkan kecepatan lari. Karena itu, ia memilih berlari dengan jarak dan intensitas yang lebih ringan.
Menurut Rido, respons tubuh menjadi pertimbangan utama sebelum melanjutkan aktivitas. Jika mulai merasa sesak atau tidak nyaman, ia memilih mengurangi kecepatan atau menghentikan lari.
"Asapnya memang terasa, terutama saat napas mulai berat. Jadi saya tidak terlalu memaksakan lari dan menyesuaikan dengan kondisi," ujar Rido Selasa 22 September 2026.
Ia menambahkan bahwa berolahraga tetap penting untuk menjaga kebugaran. Namun kesehatan tetap menjadi hal utama dalam setiap aktivitas di luar ruangan.
Aktivitas olahraga di luar ruangan perlu disesuaikan dengan kondisi udara, terutama ketika asap sedang pekat. Warga yang tetap berolahraga diimbau memperhatikan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri.
Penyesuaian bisa dilakukan dengan mengurangi intensitas, memperpendek durasi, atau memilih waktu ketika kondisi udara relatif lebih baik. Langkah itu dinilai lebih aman ketimbang memaksakan rutinitas olahraga seperti biasa.
Rido berharap kondisi asap di Kalimantan Selatan segera membaik. Dengan begitu, masyarakat bisa kembali beraktivitas di luar ruangan dengan lebih nyaman.
Kabut asap yang muncul di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan menjadi perhatian warga yang hendak berolahraga di luar ruangan. Meski demikian, sebagian warga memilih tetap aktif dengan menyesuaikan kondisi tubuh masing-masing.