BANJARBARU — Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalimantan Selatan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan deras yang disertai angin kencang di tiga kabupaten, yakni Hulu Sungai Tengah (HST), Tabalong, dan Balangan. Fenomena ini muncul di saat sebagian besar wilayah Kalsel tengah dilanda kekeringan akibat kemarau panjang.
Kepala Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, Ota Welly Jenny Thalo, menyebut potensi hujan tersebut terpantau sejak sore hari. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Batang Alai Timur di HST, lalu Muara Uya, Upau, dan Jaro di Tabalong, serta Halong dan sekitarnya di Balangan.
BMKG juga memantau kemungkinan meluasnya intensitas hujan ke wilayah sekitarnya. Di HST, potensi ini mencakup Kecamatan Limpasu. Sementara di Tabalong meliputi Tanjung, Haruai, Murung Pudak, dan Bintang Ara.
Untuk Kabupaten Balangan, wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Juai, Awayan, Paringin, Paringin Selatan, dan Tebing Tinggi. Warga di wilayah tersebut diimbau mewaspadai dampak berupa angin kencang yang menyertai hujan.
Ota menjelaskan, munculnya hujan di tengah musim kemarau ini kemungkinan besar merupakan dampak tidak langsung dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sedang dilaksanakan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. "Kemungkinan karena ada OMC di Kalteng dan Kalbar," ujarnya saat dikonfirmasi detikKalimantan, Senin (24/8/2026).
OMC sendiri merupakan upaya rekayasa cuaca dengan menyebarkan garam (NaCl) ke atmosfer untuk mempercepat pertumbuhan awan hujan. Operasi ini kerap dilakukan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau mengisi waduk saat musim kemarau.
Di tengah potensi hujan ini, sebagian warga di wilayah Kalsel masih menantikan turunnya air dari langit. Aida, seorang warga Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, mengaku hujan belum mengguyur tempat tinggalnya.
"Belum ada sejauh ini, tetapi angin-angin segar mulai berasa. Semoga bisa segera hujan," harapnya. Ia berharap hujan dapat segera turun untuk membantu mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang selama ini menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG Kalsel terus memantau perkembangan cuaca dan meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan deras serta angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.