GAMBUT — Langkah BAGUNA DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan membuka posko kesiapsiagaan di Bundaran Pancasila atau Tugu 17 Mei, Jalan A. Yani Kilometer 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, menjadi titik perhatian. Dalam kegiatan itu, relawan membagikan masker dan vitamin C kepada pengendara sebagai bentuk respons cepat terhadap potensi kabut asap.
Pria yang akrab disapa Bang Dhin itu menegaskan bahwa kehadiran BAGUNA di lapangan merupakan wujud tanggung jawab sosial dan kemanusiaan partai. Ia menekankan agar kader tidak menunggu bencana terjadi untuk bergerak.
"Saya meminta BAGUNA tidak hanya hadir ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga aktif dalam pencegahan, edukasi dan membantu masyarakat menghadapi dampaknya. Ketika masyarakat membutuhkan, kader PDI Perjuangan harus hadir dan bekerja nyata," ujar Bang Dhin dalam keterangannya, Sabtu.
Berdasarkan catatan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan per 20 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 6.905 hektare. Angka ini tersebar dari 1.651 kejadian karhutla yang terpantau di seluruh provinsi.
Khusus di Kabupaten Banjar, lahan yang hangus tercatat seluas 403 hektare. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi melumpuhkan aktivitas kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga transportasi masyarakat.
Bang Dhin menilai fokus utama saat ini adalah mencegah meluasnya kebakaran sebelum kabut asap semakin parah. Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar sebagai faktor utama pemicu.
"Yang harus kita cegah adalah jangan sampai kebakaran semakin meluas dan kabut asap mengganggu kehidupan masyarakat. Karena itu, pencegahan harus diperkuat dari sekarang, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar," katanya.
Selain membuka posko, BAGUNA DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan bakal memperkuat koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, aparat, serta relawan di lapangan. Pemantauan titik panas (hotspot) akan terus dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Langkah lanjutan juga mencakup pemasangan poster informasi mengenai hotspot, spanduk imbauan, hingga sosialisasi langsung kepada warga. Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan kolektif menjaga Kalimantan Selatan dari ancaman karhutla yang kian nyata di musim kemarau.