BANJARBARU — Eskalasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan menunjukkan tren peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, angka kejadian karhutla telah menembus 1.651 kasus dengan total luas lahan terdampak mencapai 6.905 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa dari ribuan kejadian tersebut, pihaknya mendeteksi 8.764 titik panas yang tersebar di wilayah Kalsel. Kondisi ini menempatkan Provinsi Kalimantan Selatan dalam status kewaspadaan tinggi terhadap bencana asap.
Kota Banjarbaru tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian dan luas lahan terbakar terbesar di Kalsel. Hal ini disampaikan langsung oleh Ronny saat memaparkan perkembangan situasi karhutla terkini kepada media.
"Saat ini masih Banjarbaru yang jumlah kejadian serta luas terdampak yang terbesar," ujar Ronny, Jumat (21/8/2026).
"Ada 1.651 kejadian kebakaran hutan dan lahan satu Kalsel, dengan total lahan terdampak itu 6.905 hektar dan ada 8.764 titik hotspot yang ada di Kalsel," imbuhnya.
Menghadapi kondisi ini, status siaga karhutla kini resmi diberlakukan di tujuh kabupaten/kota. Kabupaten Hulu Sungai Utara menjadi daerah terbaru yang menetapkan status siaga setelah sebelumnya enam wilayah lain lebih dulu mengambil langkah serupa.
"Bertambah lagi satu kabupaten yang menetapkan status siaga, sehingga total ada tujuh kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga," bebernya.
Penetapan status siaga ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengerahkan seluruh sumber daya dalam upaya pencegahan dan pemadaman, termasuk memobilisasi personel gabungan serta memaksimalkan peralatan yang tersedia.
Di lapangan, petugas menghadapi sejumlah kendala yang memperlambat proses pemadaman. Ronny menyebutkan bahwa keterbatasan ketersediaan air, kondisi tanah yang sulit, serta jarak titik api yang cukup jauh menjadi tantangan utama yang harus dihadapi tim di lokasi kejadian.
Meski demikian, koordinasi antarrelawan dan petugas tetap berjalan baik. Bantuan dari tujuh perusahaan yang menurunkan armada pemadamnya dinilai sangat membantu operasi di lapangan.
"Dibantu pula dari tujuh perusahaan yang menurunkan armadanya. Itu sangat membantu," ucap Ronny.
BPBD Provinsi Kalsel juga memaksimalkan satuan tugas (satgas) darat dan udara untuk memadamkan titik api. Dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa helikopter water bombing dinilai efektif menjangkau titik-titik hotspot yang sulit diakses petugas darat.
"Kita memaksimalkan satgas darat maupun udara untuk pemadaman. Bantuan BNPB juga untuk water bombing itu sangat membantu kita," tuturnya.
Upaya pemadaman terus dilakukan secara masif untuk mencegah meluasnya kebakaran ke lahan lain. Petugas gabungan hingga kini masih berjibaku di lapangan guna mengendalikan titik api yang tersebar di sejumlah wilayah Kalsel.