Pertamina Raih Penghargaan ESG 2026, Bukti Transformasi Bisnis Tak Cuma Soal Teknologi

Penulis: Sofyan Basri  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:46:16 WIB
Manajemen PT Pertamina (Persero) menerima penghargaan IDX Channel Anugerah ESG 2026 untuk kategori Anugerah Utama Sektor Energi di Jakarta.

KALIMANTAN SELATAN — Jakarta — PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi transformasi bisnis jangka panjang. Pengakuan atas upaya ini datang dari IDX Channel Anugerah ESG 2026, di mana Pertamina Sustainability Academy (PSA) berhasil menyabet Anugerah Utama Sektor Energi.

Penghargaan tersebut bukan sekadar apresiasi seremonial. Bagi Pertamina, ini adalah validasi atas strategi perusahaan yang menempatkan penguatan kapabilitas internal sebagai prioritas utama. Melalui PSA, perusahaan pelat merah ini mendorong agar prinsip keberlanjutan tidak berhenti pada kepatuhan administratif, melainkan mendarat menjadi budaya kerja dan pertimbangan strategis di setiap lini bisnis.

Kunci Transformasi Ada di Manusia

Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, menegaskan bahwa arah transformasi perusahaan saat ini bertumpu pada kesiapan para Perwira. Menurutnya, keberhasilan transisi energi sangat ditentukan oleh kemampuan insan perusahaan beradaptasi dengan perubahan.

"Transformasi energi pada akhirnya adalah transformasi manusia. Karena itu, Pertamina Sustainability Academy kami rancang untuk membekali Perwira dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga pengambilan keputusan strategis, sehingga mereka siap menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," ujar Wenny.

Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas program. Target perusahaan untuk mencapai Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat menuntut kesiapan organisasi yang solid, bukan hanya investasi teknologi.

ESG sebagai Investasi Strategis, Bukan Biaya

Pandangan senada disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat. Ia menilai penerapan ESG kini telah berkembang menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

"ESG harus dipandang sebagai investasi strategis yang mengubah kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang tangguh, berkelanjutan, dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Jumhur.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menekankan bahwa nilai-nilai keberlanjutan harus dihidupi oleh seluruh elemen perusahaan. Ia menilai pemahaman dan semangat yang sama di antara insan Pertamina akan membuat implementasi ESG hadir secara nyata dalam setiap keputusan bisnis.

"ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan, tetapi harus menjadi kompetensi dan budaya yang hidup dalam keseharian setiap Perwira Pertamina. Ketika seluruh insan perusahaan memiliki pemahaman, nilai, dan semangat yang sama, implementasi ESG akan hadir secara nyata dalam setiap keputusan dan langkah bisnis yang kami jalankan," jelas Baron.

Jalur Pembelajaran Berjenjang hingga Forum Direksi

Secara teknis, Pertamina Sustainability Academy dirancang sebagai program internalisasi komprehensif. Cakupannya menyentuh seluruh jenjang organisasi, dari karyawan operasional hingga jajaran Direksi dan Dewan Komisaris.

Untuk pengembangan kapabilitas, PSA menyediakan jalur pembelajaran berjenjang. Program tersebut mencakup Mandatory Sustainability Training, Sustainability Awareness Program, Sustainability Accelerator Program, Sustainability Masterclass, hingga Sustainability Transcendence Forum yang khusus diperuntukkan bagi Direksi dan Dewan Komisaris.

Di sisi lain, penguatan budaya keberlanjutan dilakukan melalui berbagai inisiatif seperti program Jejak Keberlanjutan, podcast berkala, Sustainability Insight, serta materi komunikasi rutin. Pendekatan ini memastikan isu keberlanjutan tidak hanya dipahami sebagai materi pelatihan, tetapi menjadi pola pikir dan perilaku sehari-hari di lingkungan Pertamina Group.

Melalui penguatan kapabilitas dan budaya yang berjalan beriringan, Pertamina terus membangun organisasi yang adaptif menghadapi transisi energi. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat daya saing perusahaan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top