Konflik UEFA vs FIFA Mengemuka di Pelantikan Roberto Mancini dan Claudio Ranieri di Timnas Italia

Penulis: Reza Maulana  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 02:36:32 WIB
Mancini dan Ranieri resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Italia dalam konferensi pers di Roma, Senin (15/4).

KALIMANTAN SELATANKonferensi pers di Roma, Senin (15/4) pukul 17.20 waktu setempat, menjadi panggung pertama bagi duo Mancini dan Ranieri. Keduanya diumumkan secara resmi oleh Presiden FIGC Giovanni Malagò setelah periode 17 hari yang kacau di sepak bola Italia.

Paolo Maldini dan penasihat khusus Leonardo sebelumnya memegang kendali tim Azzurri. Mereka mengundurkan diri setelah upaya FIGC merekrut Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola gagal, serta rencana menunjuk Andrea Pirlo buntu karena masalah iklan judi Rusia.

Ranieri: Hubungan UEFA dan FIFA dalam Konflik Total

"Kemarin malam, sekretaris jenderal UEFA meminta saya berpartisipasi dalam panggilan video dengan liga-liga paling bergengsi di Eropa. Itu menunjukkan betapa UEFA menghargai kami," ujar Ranieri saat ditanya soal pertarungan dua induk organisasi sepak bola dunia itu.

Pelatih yang membawa Leicester City juara Premier League itu mengaku telah menerima dokumen dari FIFA mengenai sebuah proyek yang dinilainya tidak biasa. "Presiden Ceferin sangat menentangnya. Saya sudah melihat beberapa posisi kuat, bahkan di luar dunia sepak bola. Tidak ada keraguan bahwa situasi antara UEFA dan FIFA adalah konflik total. Ini sudah menciptakan penghalang yang tak teratasi antara dua dunia," tegasnya.

Ranieri menambahkan bahwa FIGC akan merilis pernyataan resmi pada Selasa (16/4). "Kami di Eropa, kami bersama UEFA, tapi kita lihat saja posisi formalnya. Jujur, saya benar-benar tidak ingin menghadapi ini sekarang," keluhnya.

Tugas Pertama Mancini: Uji Coba Lawan Belgia dan Turki

Mancini, yang kembali menangani Italia untuk periode kedua, memiliki tugas pertama yang sudah menanti. Ia akan memimpin skuad Azzurri dalam laga Nations League melawan Belgia pada 25 September, disusul lawatan ke markas Turki pada 28 September.

"Tujuan kami adalah membuat Nazionale kembali menang. Masalah akan berlalu jika kami berhasil menang," ujar Mancini. Ia juga menyinggung soal kualitas pemain muda Italia. "Saya meluncurkan Moise Kean sejak lama. Dia mampu bermain di banyak peran. Saya tidak berpikir kami dalam kondisi buruk dengan para striker yang kami miliki."

Mancini membandingkan potensi pemain muda Italia dengan Jude Bellingham. "Bellingham punya potensi saat saya membicarakannya, tapi kemudian dia bermain untuk Real Madrid dan malah meningkat. Saya hanya berharap talenta kami diberi kesempatan yang sama untuk berkembang."

Ranieri Kenang Momen Manis Bersama Mancini

Suasana hangat mewarnai konferensi pers saat Ranieri mengenang kemenangan Mancini di Premier League. "Saya pergi menonton pertandingan terakhirnya di kandang dan sangat senang. Melihat orang Italia sukses di luar negeri adalah hal terbaik."

Mancini membalas dengan nada bercanda: "Ditambah lagi Claudio menang dengan Leicester City saya! Saya dulu bermain untuk Leicester." Ranieri langsung menyela, "Ya, tapi kamu tidak ada di tim saya!"

FIGC berharap duet dua pelatih senior ini bisa membawa Italia kembali ke puncak, meski bayang-bayang konflik global antara UEFA dan FIFA sudah menghadang di depan mata.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: football-italia.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top