BANJARMASIN — PT Bank Kalsel atau yang dikenal dengan julukan "Banknya Urang Banua" mengambil langkah strategis dengan menggandeng Bank Victoria. Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat transformasi Bank Kalsel menjadi bank devisa, sebuah status yang memungkinkan bank daerah melayani transaksi valuta asing dan perdagangan internasional.
Direktur Utama Bank Kalsel, H Fachrudin, mengungkapkan bahwa peluncuran resmi Bank Kalsel sebagai bank devisa ditetapkan pada 17 Juni 2026. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam, Muharram 1448 Hijriah.
"Kita akan belajar dengan Bank Victoria untuk pengembangan Bank Kalsel sebagai bank devisa," ujar Fachrudin di sela-sela rapat bersama Komisi II DPRD Kalsel di Banjarmasin, Rabu.
Fachrudin menambahkan, pengalaman dan jaringan Bank Victoria di bidang devisa menjadi modal utama bagi Bank Kalsel untuk mempercepat proses transformasi. Ia berharap hasil kerja sama ini bisa memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat Kalimantan Selatan.
Bank Victoria sendiri merupakan bank swasta yang telah memiliki izin usaha sebagai bank devisa dan memiliki pengalaman dalam transaksi valas serta layanan trade finance.
Bank Kalsel yang berdiri sejak 25 Maret 1964 ini memiliki visi menjadi bank yang kuat, kompetitif, dan terpercaya. Salah satu misi utamanya adalah menjadi penggerak perekonomian daerah serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, yaitu Pemprov Kalsel dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Saat ini, produk Bank Kalsel mencakup layanan tabungan, kredit atau pinjaman, serta layanan khusus seperti Tabungan Banua, Kredit Multiguna Plus, dan Layanan Devisa. Dengan status bank devisa nantinya, Bank Kalsel diharapkan bisa memperluas layanan ke sektor ekspor-impor dan transaksi internasional.
Rapat Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel yang dihadiri Direktur Utama Bank Kalsel tersebut juga membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kalsel Tahun 2027. Rapat yang semula dipimpin Wakil Ketua Komisi II H Suripno Sumas kemudian dilanjutkan Sekretaris Komisi II Hani Jahrian karena Suripno harus mengikuti rapat Badan Anggaran DPRD Kalsel secara bersamaan.
Rapat tersebut menjadi forum bagi Bank Kalsel dan sejumlah BUMD Pemprov Kalsel lainnya untuk menyelaraskan rencana bisnis dengan kebijakan anggaran daerah ke depan.