IHSG Tertekan di Level 6.130, MNC Sekuritas Rekomendasikan Buy on Weakness untuk ADMR dan TPIA

Penulis: Vicky Prasetya  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 09:07:36 WIB
IHSG ditutup melemah ke level 6.130 pada perdagangan hari ini.

KALIMANTAN SELATAN — Riset harian MNC Sekuritas, Rabu (29/7/2026), mencatat pergerakan IHSG masih berkutat di antara rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dan 60 hari (MA60). Kondisi ini mengindikasikan fase konsolidasi yang belum jelas arahnya. Support terdekat berada di 6.111 dan 6.007, sementara resistance di 6.599 dan 6.705.

Peluang penguatan jangka pendek baru terbuka jika indeks mampu menembus area 6.262-6.299. Di tengah pelemahan pasar, dua saham emiten energi masuk dalam radar rekomendasi teknikal dengan strategi buy on weakness.

Saham ADMR: Koreksi Jadi Peluang Akumulasi

Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi tipis 0,34 persen ke Rp1.470 pada penutupan kemarin. Tekanan jual pada saham ini masih cenderung meningkat, membuka peluang akumulasi di harga lebih rendah.

Berdasarkan analisis wave MNC Sekuritas, posisi ADMR saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave (i) dari wave [c] pada label hitam. Level buy on weakness direkomendasikan di rentang Rp1.435-Rp1.470. Target harga jangka pendek dipatok di Rp1.550 dan Rp1.615, dengan stoploss di bawah Rp1.385.

Saham TPIA: Momentum Rebound Setelah Tertekan

Selain ADMR, MNC Sekuritas juga merekomendasikan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan strategi serupa. Analis menyarankan akumulasi di rentang harga Rp3.800-Rp4.000.

Target harga TPIA ditetapkan di Rp4.300 dan Rp4.600, dengan stoploss di bawah Rp3.600. Saham emiten petrokimia ini dinilai memiliki potensi rebound setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir seiring fluktuasi harga minyak mentah global.

Sentimen Pasar: Sektor Energi Masih Jadi Andalan

Pergerakan IHSG yang cenderung sideways mencerminkan ketidakpastian investor di tengah minimnya katalis positif. Namun, saham sektor energi seperti ADMR dan TPIA tetap menarik perhatian karena prospek bisnis jangka panjang yang didukung permintaan batu bara metalurgi dan produk petrokimia.

Investasi mengandung risiko. Investor disarankan mencermati level stoploss dan tidak hanya terpaku pada target harga dalam mengambil keputusan.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top