Genjot Pembinaan BUMDesa, Pemprov Kalsel Gelar Webinar SOP dan Strategi Pemasaran untuk Naikkan Peringkat

Penulis: Reza Maulana  •  Senin, 20 Juli 2026 | 18:03:01 WIB
Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa Dinas PMD Kalsel, Indah Novita Purnamasari, menyampaikan pemaparan dalam webinar penyusunan SOP dan strategi pemasaran BUMDesa di Banjarbaru.

BANJARBARU — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan serius mendorong BUMDesa naik kelas. Lewat pendampingan dan webinar, mereka menyasar dua masalah fundamental: ketiadaan SOP dan lemahnya pemasaran.

Dua Masalah Klasik yang Menghambat BUMDesa

Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa Dinas PMD Kalsel, Indah Novita Purnamasari, mengungkapkan temuan di lapangan. "Masih banyak pengelola yang belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tersusun dengan baik serta belum mampu memasarkan produk maupun jasa secara optimal," ujarnya.

Menurut Indah, dua aspek ini merupakan fondasi krusial. Tanpa SOP, usaha desa tidak memiliki arah pengembangan yang jelas. Tanpa strategi pemasaran yang efektif, potensi produk lokal sulit bersaing di pasar yang lebih luas.

Webinar Jadi Solusi untuk Pengelola BUMDesa

Sebagai respons, Dinas PMD Kalsel menggelar webinar khusus penyusunan SOP dan strategi pemasaran. Kegiatan ini diharapkan memberi pemahaman praktis kepada para pengelola soal pentingnya sistem kerja yang terstruktur.

"Pembinaan yang dilakukan Dinas PMD tidak hanya berupa kunjungan dan pendampingan ke lapangan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengelola BUMDesa," tambah Indah. Pendampingan ini mencakup penguatan kemampuan manajerial, tata kelola kelembagaan, hingga pengembangan unit usaha agar berkelanjutan.

Pemeringkatan BUMDesa: Dari Dasar Hingga Mandiri

Tak hanya pembinaan, Dinas PMD Provinsi Kalsel juga tengah melaksanakan pemeringkatan BUMDesa di seluruh kabupaten dan kota. Proses ini memetakan tingkat perkembangan masing-masing BUMDesa, mulai dari kategori dasar hingga yang sudah maju dan mandiri.

Hasil pemeringkatan ini akan menjadi peta jalan bagi pemerintah daerah. "Dengan demikian, pendampingan yang diberikan tidak lagi bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan kondisi, tantangan, dan potensi usaha yang dimiliki setiap desa," jelas Indah.

Dengan tata kelola yang semakin baik, didukung SOP yang jelas, strategi pemasaran yang efektif, serta pendampingan berkesinambungan, pemerintah optimistis BUMDesa di Kalimantan Selatan mampu naik kelas. Targetnya, BUMDesa yang tadinya stagnan bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa yang memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: abdipersadafm.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top