AMUNTAI — Warga di sejumlah titik di Kota Amuntai dan sekitarnya diminta bersiap menghadapi pemadaman listrik pada akhir pekan nanti. Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis, aliran listrik akan diputus selama lima jam penuh pada Minggu (19/7/2026), mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WITA.
Pemadaman listrik kali ini menyasar beberapa kelurahan dan desa di Kecamatan Amuntai Tengah. Sejumlah titik yang disebutkan dalam pengumuman resmi meliputi pusat kota Amuntai dan permukiman padat penduduk di sekitarnya.
PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin menyatakan bahwa pemadaman ini adalah bagian dari pekerjaan pemeliharaan rutin. Kegiatan ini mencakup perbaikan dan perawatan jaringan tegangan menengah untuk mencegah gangguan mendadak di kemudian hari.
Pekerjaan pemeliharaan jaringan memerlukan waktu yang cukup untuk memastikan seluruh titik rawan diperiksa dan diperbaiki. Menurut petugas PLN, durasi lima jam dinilai ideal untuk menyelesaikan pekerjaan teknis di lapangan tanpa mengganggu aktivitas warga terlalu lama.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pemadaman terjadwal diperlukan agar pasokan listrik ke pelanggan tetap andal dan aman,” ujar salah satu perwakilan PLN dalam pengumuman resmi yang diterima warga.
PLN mengimbau warga untuk mematikan sementara peralatan elektronik yang tidak digunakan saat listrik padam. Langkah ini untuk mencegah lonjakan arus listrik saat aliran kembali menyala. Warga juga disarankan menyiapkan penerangan cadangan seperti lampu darurat atau lilin.
Bagi pelaku UMKM dan usaha kecil di pusat kota Amuntai, pemadaman di jam pagi hingga siang hari diharapkan tidak terlalu mengganggu operasional. Sebagian besar pedagang pasar tradisional di wilayah tersebut biasanya mulai beraktivitas sejak subuh dan tutup sebelum tengah hari.
Hingga berita ini diturunkan, PLN belum merilis jadwal pemadaman lanjutan untuk pekan depan. Masyarakat diminta memantau kanal resmi PLN atau menghubungi contact center 123 untuk informasi terkini.
Pemadaman terjadwal seperti ini kerap terjadi di sejumlah wilayah Kalsel, terutama saat musim kemarau ketika beban puncak listrik meningkat. PLN memastikan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah setempat terus dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas warga.