TANJUNG — Lebih dari 7.100 kilogram sampah berhasil dipilah dan dikelola dalam satu tahun pelaksanaan Program Gerakan Masyarakat Jaga Lingkungan (Gema Jalin) di Kabupaten Tabalong. Angka itu merupakan akumulasi dari partisipasi aktif 57 sekolah, delapan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta 41 desa dan kelurahan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong, Muhammad Ramadani, menyatakan pihaknya terus mendorong optimalisasi program ini. "Kami memberikan dukungan penuh agar Gema Jalin berjalan optimal," ujarnya.
Berdasarkan data aplikasi pelaporan Gema Jalin, volume sampah yang berhasil dikelola terdiri dari berbagai jenis. Sampah organik mendominasi dengan jumlah 2,6 ton, disusul sampah kertas sebanyak 3 ton.
Selain itu, warga juga memilah 1 ton sampah plastik, 300 kilogram sampah kaca, dan 238 kilogram sampah logam. Seluruh material itu dipilah sesuai jenisnya untuk kemudian dimanfaatkan kembali, baik melalui daur ulang maupun pengolahan lainnya.
Program Gema Jalin dirancang sebagai salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk menekan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama, mulai dari dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga pemerintah desa dan kelurahan.
Dengan melibatkan pelaku usaha dan organisasi masyarakat, program ini tidak hanya mengedukasi warga tentang pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga menciptakan ekosistem pengelolaan yang berkelanjutan. Data menunjukkan, partisipasi aktif dari tingkat sekolah hingga lingkungan RT/RW menjadi faktor pendorong utama keberhasilan ini.
DLH Tabalong berencana memperluas jangkauan program ke lebih banyak wilayah dan institusi. Muhammad Ramadani menambahkan, evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan target pengurangan sampah tercapai.
"Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar dampaknya terhadap lingkungan," pungkasnya.