5 Produk Lokal Kalimantan Selatan yang Mendunia, dari Batu Akik hingga Kopi Khas Banjar

Penulis: Toni Haryadi  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 17:25:31 WIB
Batu akik Martapura menjadi primadona kolektor dunia dengan pengiriman hingga ke Jepang, Eropa, dan Timur Tengah.

Pasar terapung di Banjarmasin memang ikonik. Tapi di balik pemandangan perahu dagang itu, ada denyut ekonomi yang lebih besar: produk-produl lokal yang dikirim ke luar negeri. Batu akik Martapura misalnya, jadi salah satu komoditas yang bikin nama Kalimantan Selatan dikenal kolektor dunia. Bukan cuma itu, kopi khas Banjar juga mulai bersaing di kancah internasional.

Artikel ini akan mengupas lima produk lokal Kalsel yang sudah mendunia. Dari batu mulia, kopi, hingga anyaman purun. Semua berdasarkan pengalaman langsung dan informasi yang bisa diverifikasi di lapangan.

1. Batu Akik Martapura: Primadona Kolektor Dunia

Kota Martapura di Kabupaten Banjar sudah lama jadi pusat perdagangan batu mulia. Bukan cuma di Indonesia, kolektor dari Jepang, Eropa, dan Timur Tengah rutin datang langsung ke sini. Batu-batu seperti intan, safir, dan kecubung diolah dengan teknik tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Keunikan batu akik Martapura terletak pada warna dan kejernihannya. Proses pemotongan yang presisi bikin setiap batu punya kilau maksimal. Kalau kamu pengin beli, datang langsung ke Pasar Batu Mulia Martapura. Tapi pastikan kamu punya pengetahuan dasar soal kualitas batu — atau ajak teman yang sudah berpengalaman.

Harga batu akik sangat bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. Tidak ada patokan pasti karena setiap batu punya karakter unik. Cek langsung ke pedagang dan bandingkan kualitasnya sebelum memutuskan.

2. Kopi Banjar: Dari Lahan Gambut ke Cangkir Dunia

Kopi khas Kalimantan Selatan mulai dikenal di pasar internasional dalam beberapa tahun terakhir. Varietas robusta dan liberika tumbuh subur di lahan gambut Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tapin. Rasanya yang khas — sedikit earthy dengan aftertaste manis — jadi daya tarik utama.

Beberapa petani kopi di Kalsel sudah mulai menerapkan metode pengolahan natural dan honey process. Hasilnya? Skor cupping yang tembus 80+, masuk kategori specialty coffee. Kopi Banjar sudah diekspor ke Malaysia, Singapura, dan Australia. Bahkan beberapa roastery di Jepang mulai melirik kopi dari Banua.

Kalau kamu penasaran, cari kopi dengan label "Kopi Banjar" atau "Kopi Kalimantan Selatan" di toko kopi specialty. Atau datang langsung ke kebun kopi di Desa Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Prosesnya bisa kamu lihat dari hulu ke hilir.

3. Anyaman Purun: Kerajinan Ramah Lingkungan yang Laris di Eropa

Purun adalah tanaman rawa yang tumbuh liar di lahan basah Kalimantan Selatan. Masyarakat di Kabupaten Barito Kuala dan Hulu Sungai Selatan sudah lama memanfaatkannya sebagai bahan anyaman. Tikar, tas, topi, hingga sandal dibuat dari serat purun yang kuat dan lentur.

Yang bikin anyaman purun mendunia adalah nilai ramah lingkungannya. Di era di mana plastik mulai ditinggalkan, produk dari serat alami seperti purun jadi primadona. Ekspor anyaman purun Kalsel tembus ke Belanda, Prancis, dan Jerman. Bahkan beberapa desainer Eropa memadukan purun dengan bahan modern untuk koleksi fashion.

Kerajinan purun bisa kamu temukan di sentra industri kecil di Desa Tamban, Kabupaten Barito Kuala. Proses pembuatannya masih manual, mulai dari pengeringan, pewarnaan alami, hingga penganyaman. Setiap produk punya keunikan sendiri karena dikerjakan tangan, bukan mesin.

4. Kain Sasirangan: Batik Khas Banjar yang Mendunia di Jalur Fashion

Sasirangan adalah kain tradisional suku Banjar yang dibuat dengan teknik jumputan dan ikat celup. Motifnya khas: garis-garis geometris dengan warna cerah seperti merah, kuning, dan hijau. Dulu kain ini dipakai dalam upacara adat. Sekarang sudah jadi bahan busana modern yang diekspor ke Malaysia, Brunei, dan Thailand.

Yang bikin sasirangan unik adalah proses pewarnaannya yang menggunakan bahan alami dari kulit kayu, daun, dan akar. Tapi seiring permintaan tinggi, banyak pengrajin juga pakai pewarna sintetis. Pilihan ada di tangan kamu — kalau mau yang tradisional, cari sasirangan dengan label "pewarna alami".

Kampung Sasirangan di Banjarmasin jadi pusat produksi. Kamu bisa lihat langsung proses pembuatan dari awal sampai jadi kain siap pakai. Jangan lupa tanya soal makna di balik setiap motif — karena setiap corak punya cerita.

5. Gula Habang: Gula Merah Khas Banjar yang Jadi Bahan Baku Dunia

Gula habang — atau gula merah khas Banjar — dibuat dari nira kelapa atau aren. Warna merah kecokelatan dan rasa karamel yang pekat bikin gula ini jadi bahan baku favorit industri makanan. Bukan cuma buat bubur dan kue tradisional, gula habang juga dipakai sebagai pemanis alami di produk organik yang diekspor ke Eropa.

Proses pembuatan gula habang masih tradisional. Nira direbus dalam wajan besar sampai mengental, lalu dicetak dalam batok kelapa. Hasilnya? Gula dengan aroma asap yang khas. Beberapa produsen di Kabupaten Banjar sudah mengantongi sertifikat halal dan organik, syarat utama buat ekspor ke pasar internasional.

Gula habang bisa kamu beli di pasar tradisional Banjarmasin atau langsung ke sentra produksi di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Banjar. Harganya relatif terjangkau, tapi kualitasnya setara dengan gula organik impor.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah batu akik Martapura asli?
Ya, Martapura punya tambang intan dan batu mulia yang sudah beroperasi puluhan tahun. Tapi tetap waspada dengan batu sintetis. Beli di penjual terpercaya dan minta sertifikat keaslian.

Kopi Banjar cocok untuk metode seduh apa?
Kopi Banjar robusta cocok untuk tubruk atau french press. Kalau liberika, lebih enak pakai pour-over atau drip. Rasanya lebih ringan dengan aroma floral.

Kain sasirangan bisa dicuci dengan mesin?
Sebaiknya cuci tangan dengan air dingin. Pewarna alami rentan luntur. Hindari sinar matahari langsung saat menjemur.

Apakah anyaman purun tahan lama?
Iya, asal dijauhkan dari air dan kelembapan berlebih. Purun yang dikeringkan dengan baik bisa bertahun-tahun.

Di mana beli gula habang asli Banjar?
Pasar tradisional Banjarmasin atau langsung ke desa sentra produksi di Kabupaten Banjar. Pastikan teksturnya keras dan aroma karamelnya kuat.

Produk lokal Kalimantan Selatan bukan cuma soal warisan budaya. Batu akik, kopi, anyaman purun, sasirangan, dan gula habang sudah membuktikan diri di pasar global. Kalau kamu pengin mendukung ekonomi lokal sekaligus dapat barang berkualitas, produk-produk ini layak jadi pilihan. Jangan cuma lihat dari kaca etalase — datangi langsung sentranya, ngobrol dengan pengrajin, dan bawa pulang cerita yang lebih dalam dari sekadar barang.

Reporter: Toni Haryadi
Back to top