KALIMANTAN SELATAN — Foto-foto eksterior Tesla Model Y 2026 beredar luas di forum dan media daring, memperlihatkan mobil listrik terlaris dunia itu dengan tampilan yang jauh lebih agresif. Gambar yang dikumpulkan dari berbagai sumber ini menunjukkan ubahan pada hampir seluruh panel bodi, meninggalkan bahasa desain generasi pertama yang sudah dipasarkan sejak 2020.
Ubahan paling mencolok ada di sektor pencahayaan. Lampu utama Model Y 2026 kini terbelah (split-headlight), dengan DRL (Daytime Running Light) tipis di atas dan unit lampu utama lebih rendah di bumper. Tata letak ini persis seperti yang pertama kali diperkenalkan pada Cybertruck dan kemudian Model 3 Highland.
Lampu belakang juga mengalami revolusi. Kini, lampu stop membentang horizontal penuh di seluruh lebar pintu bagasi, dengan bentuk yang lebih ramping. Desain menyambung semacam ini memberi kesan lebar dan modern, sekaligus membedakannya secara jelas dari model saat ini yang masih menggunakan lampu terpisah.
Bumper depan dirancang ulang dengan saluran udara yang lebih besar di sisi kiri dan kanan. Bagian bawah bumper juga memiliki splitter yang lebih menonjol, mengisyaratkan peningkatan aerodinamika. Spakbor belakang sedikit melebar, memberikan kesan otot yang lebih padat jika dilihat dari samping.
Dari foto yang beredar, pelek yang digunakan juga model baru dengan desain palang lima yang lebih tertutup, mirip dengan cover aerodinamis pada Model 3 Highland. Belum terlihat apakah ini pelek standar atau opsi.
Tesla belum merilis pernyataan resmi soal jadwal produksi atau pengiriman Model Y 2026. Di Amerika Serikat, model ini diperkirakan mulai diproduksi akhir 2025. Untuk pasar Indonesia, kehadirannya masih tanda tanya besar. Tesla belum secara resmi membuka pemesanan untuk model apapun di dalam negeri, meski beberapa unit Model Y dan Model 3 impor sudah terlihat di jalanan Jakarta dan Bali.
Bocoran foto ini setidaknya memberi gambaran jelas bagi konsumen Indonesia yang menanti kehadiran Tesla. Perubahan eksterior yang radikal ini bisa jadi daya tarik utama, terutama jika harga jualnya kompetitif dengan mobil listrik China yang sudah lebih dulu menguasai pasar.