BANJARMASIN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan pengiriman 40.000 lulusan SMK ke pasar kerja internasional pada 2026. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di luar negeri melalui program SMK Go Global.
Program ini merupakan upaya strategis pemprov untuk membuka akses seluas-luasnya bagi lulusan SMK di Kalimantan Selatan agar bisa bersaing dan bekerja di pasar global. Target besar ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
Kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara, terutama di sektor industri, perhotelan, teknik, dan teknologi informasi, terus meningkat. Pemprov Kalsel melihat peluang ini sebagai momentum untuk memposisikan lulusan SMK sebagai tenaga profesional yang siap pakai.
Program SMK Go Global tidak hanya sekadar menyalurkan tenaga kerja. Pemprov juga akan memastikan para lulusan dibekali keterampilan bahasa asing, sertifikasi kompetensi internasional, serta pemahaman budaya kerja di negara tujuan.
Untuk mencapai target 40.000 orang, pemprov akan menggandeng berbagai pihak, mulai dari dinas pendidikan, dinas tenaga kerja, hingga perusahaan penempatan tenaga kerja di luar negeri. Kurikulum SMK di Kalimantan Selatan juga akan diselaraskan dengan standar kebutuhan industri global.
Selain itu, pemprov berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah negara tujuan utama, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan negara-negara di Timur Tengah. Kerja sama ini mencakup penempatan kerja, magang, hingga program pertukaran pelajar dan tenaga ahli.
Pengiriman tenaga kerja terampil ke luar negeri diyakini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kalimantan Selatan. Selain mengurangi jumlah pengangguran, remitansi atau kiriman uang dari pekerja migran dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan perputaran uang di daerah.
Pemprov Kalsel optimistis target 40.000 lulusan SMK dapat tercapai dengan persiapan yang matang dan kolaborasi lintas sektor. Program SMK Go Global menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Selatan dalam lima tahun ke depan.