TANAH BUMBU — Peristiwa kebakaran yang menghanguskan TPS3R di Desa Al-Kautsar, Satui, mengakibatkan operasional pengolahan sampah di kawasan tersebut lumpuh total. Dua unit mesin vital, yaitu mesin press dan monitor timbangan, hangus terbakar dan tidak dapat difungsikan lagi. Kerugian sementara yang dihitung dari aset yang rusak mencapai angka Rp60 juta.
Api diketahui melahap bangunan TPS3R pada Senin lalu. Belum diketahui secara pasti penyebab awal kebakaran, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting arus pendek listrik. Petugas pemadam kebakaran dari Satui berhasil menjinakkan si jago merah setelah berjibaku selama sekitar dua jam.
Kebakaran ini membuat aktivitas pemilahan dan pengolahan sampah di TPS3R Al-Kautsar berhenti total. Warga sekitar yang biasa menyetorkan sampah anorganik kini tidak bisa lagi menyerahkan sampahnya ke tempat tersebut. Akibatnya, tumpukan sampah mulai menumpuk di titik-titik pembuangan sementara.
Dari hasil identifikasi, dua unit mesin yang menjadi tulang punggung operasional TPS3R mengalami kerusakan paling parah. Mesin press yang berfungsi memadatkan sampah plastik dan kardus hangus terbakar. Sementara monitor timbangan digital yang digunakan untuk mencatat berat setoran sampah dari warga juga luluh lantak.
Pihak pengelola TPS3R belum bisa memastikan kapan operasional akan kembali normal. Mereka masih menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian dan asuransi. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu perbaikan agar pengolahan sampah bisa berjalan kembali.
Pengelola tengah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu untuk mencari solusi. Salah satu opsi yang dibahas adalah pengajuan bantuan dana pemulihan melalui anggaran belanja tak terduga daerah. Sampai ada kepastian, warga diminta menahan sampah anorganiknya di rumah masing-masing.