KALIMANTAN SELATAN — Peringatan dini dikeluarkan menyusul prakiraan curah hujan ekstrem yang akan mengguyur kawasan pegunungan dan dataran tengah Vietnam Utara. Sepanjang sore hingga malam nanti, volume hujan diperkirakan mencapai 50-120 mm, dan secara lokal bisa melebihi 200 mm. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor di provinsi-provinsi seperti Tuyen Quang dan Cao Bang, di mana tinggi muka air sungai sudah menunjukkan fluktuasi signifikan.
Badan meteorologi mencatat, saat ini sungai-sungai di wilayah Timur Laut masih berada di bawah level peringatan 1. Namun, kenaikan permukaan air hingga 4 meter dalam tiga hari ke depan diproyeksikan melampaui ambang batas aman. Banjir di sungai dan aliran air dipastikan akan menggenangi daerah dataran rendah di sepanjang tepian sungai.
Dampak langsung diperkirakan melumpuhkan transportasi jalur air, merusak budidaya perikanan, dan mengganggu produksi pertanian. Pemerintah daerah diminta menyiapkan pasukan respons cepat untuk membersihkan saluran air yang tersumbat dan membantu masyarakat menyelamatkan aset.
Pada sore dan malam hari yang sama, Delta Utara, Dataran Tinggi Tengah, dan Vietnam Selatan juga akan mengalami hujan serta badai petir tersebar. Curah hujan di wilayah ini umumnya berkisar 10-30 mm, dengan beberapa titik menerima lebih dari 70 mm. Tingkat risiko bencana alam akibat hujan lebat, tornado, petir, dan hujan es ditetapkan pada level 1.
Memasuki 17 Juni, daerah pegunungan dan dataran tengah Vietnam Utara masih akan diguyur hujan sedang hingga lebat disertai petir. Volume hujan harian diperkirakan 20-60 mm, dan secara lokal bisa melampaui 150 mm. Genangan diprediksi terjadi di daerah perkotaan dan zona industri, memperparah risiko banjir bandang di sungai-sungai kecil serta tanah longsor di lereng-lereng curam.
Menanggapi ancaman tersebut, Komite Pengarah Nasional untuk Pertahanan Sipil menerbitkan arahan operasional. Pemerintah daerah wajib memantau prakiraan cuaca secara ketat dan segera menginformasikan kepada otoritas setempat serta masyarakat. Langkah preventif utama adalah meninjau serta mengevakuasi penduduk di zona berisiko tinggi ke lokasi aman.
Selain itu, mobilisasi pasukan respons cepat diperintahkan untuk memastikan saluran air tidak tersumbat. Pemerintah daerah juga diharuskan memperkuat penyebaran informasi dan kampanye kesadaran publik mengenai keterampilan tanggap bencana. Pelaporan situasi secara berkala wajib disampaikan kepada Komite melalui Departemen Manajemen Tanggul dan Pencegahan serta Pengendalian Bencana, Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.