KALIMANTAN SELATAN — Langkah pengiriman pesawat militer ini dikonfirmasi oleh Axios pada Kamis (12/6), mengutip sumber yang mengetahui persiapan tersebut. Penerbangan itu terkait langsung dengan upacara penandatanganan potensial yang akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang jika negosiasi yang sedang berjalan mencapai titik final.
Menurut laporan Axios, draf nota kesepahaman yang diusulkan mencakup beberapa poin krusial. Pertama, perpanjangan gencatan senjata saat ini selama 60 hari sebagai ruang negosiasi untuk kesepakatan yang lebih luas, khususnya menyangkut program nuklir Iran.
Kedua, Iran akan berkomitmen untuk tidak mengejar senjata nuklir dan mengatasi kekhawatiran internasional atas persediaan uranium yang diperkaya. Namun, langkah konkret terkait program nuklir Teheran akan diatur dalam perjanjian terpisah yang lebih rinci di kemudian hari.
Sebagai imbalan, kesepakatan tersebut menjanjikan pembukaan kembali Selat Hormuz segera tanpa biaya transit dan upaya memulihkan volume pengiriman ke tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari. Iran juga akan mendapatkan keringanan sanksi bertahap, termasuk pengecualian sementara yang memungkinkan ekspor minyak.
Axios melaporkan bahwa kesepakatan sementara ini dicapai pada Rabu malam setelah pembicaraan antara mediator Qatar Ali Al-Thawadi dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Utusan Presiden Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner—menantu Presiden Trump—turut terlibat dalam negosiasi tersebut.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan Washington dan Teheran telah mencapai "kesepakatan besar" dan bisa menandatanganinya secepatnya akhir pekan ini. Trump secara khusus memuji Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan atas bantuannya, setelah berbicara langsung dengannya.
Jika ditandatangani, perjanjian ini diperkirakan akan dikenal sebagai "Perjanjian Islamabad," yang mencerminkan peran mediasi Qatar dan Pakistan. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan Teheran belum membuat keputusan akhir dan perjanjian masih menunggu persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Pergerakan pesawat militer AS ke Eropa menandakan keseriusan Washington dalam menyelesaikan babak baru diplomasi dengan Iran. Kesepakatan ini berpotensi mengubah dinamika geopolitik di kawasan Teluk, terutama terkait keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz yang menjadi urat nadi pasokan minyak dunia.
Bagi Indonesia, stabilitas di Timur Tengah dan kelancaran arus energi global selalu menjadi perhatian strategis. Pemerintah RI diperkirakan akan mencermati perkembangan ini mengingat dampaknya terhadap harga komoditas dan stabilitas pasokan energi nasional.