Pemkab Tapin Siapkan 1.000 Calon Siswa Sekolah Rakyat dari Keluarga Miskin di Desa Baringin A

Penulis: Toni Haryadi  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 20:26:31 WIB
Lahan seluas 10,62 hektare di Desa Baringin A disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

RANTAU — Lahan seluas 10,62 hektare di Desa Baringin A, Kecamatan Candi Laras Selatan, sudah disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapin Syarifuddin mengatakan, proses persiapan peserta didik dilakukan sejak dini.

"Calon peserta didik yang disiapkan berasal dari keluarga kategori desil 1 atau sangat miskin dan desil 2 atau miskin sesuai kriteria program Sekolah Rakyat," ujarnya di Rantau, Kamis.

Target 1.000 Siswa dari Kelompok Paling Rentan

Sekolah Rakyat di Tapin direncanakan menampung sekitar 1.000 peserta didik. Seluruhnya harus berasal dari keluarga yang masuk dalam kelompok sasaran program pemerintah pusat tersebut.

"Pendataan calon siswa menjadi tahapan penting karena seluruh peserta didik harus berasal dari keluarga yang masuk dalam kelompok sasaran program pemerintah," kata Syarifuddin.

Kabupaten Tapin menjadi salah satu daerah yang mulai mempersiapkan basis calon siswa sejak tahap awal pembangunan. Langkah ini diambil agar sekolah dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat yang paling membutuhkan begitu beroperasi.

Pemutusan Rantai Kemiskinan Antar-Generasi

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas pendidikan biasa. Pemerintah setempat menargetkan program ini mampu menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

"Kehadiran fasilitas pendidikan ini diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi," ujar Syarifuddin menambahkan.

Proses pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Baringin A masih terus berjalan. Pemkab Tapin memastikan pendataan calon siswa terus diperbarui seiring perkembangan proyek.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top