Manajemen DWP Diperiksa Bareskrim, Bantah Terkait Promosi Gas Tertawa 'Whip Pink'

Penulis: Vicky Prasetya  •  Senin, 08 Juni 2026 | 20:43:31 WIB
David Ferdian, Direktur Ismaya Live, memberikan keterangan terkait pemeriksaan Bareskrim di Jakarta Selatan.

KALIMANTAN SELATAN — Direktur Ismaya Live, David Ferdian, tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.00 WIB untuk memberikan keterangan. Ia dicecar 14 pertanyaan oleh penyidik Subdit III Dittipidnarkoba. "Kita memberi klarifikasi hari ini untuk mendukung rekan-rekan di penyidik di Mabes Polri juga," kata David usai pemeriksaan.

Pencatutan Nama demi Promo Beli 5 Gratis 1

David menegaskan pihaknya tidak pernah menjalin kontrak kerja sama, baik dalam bentuk afiliasi maupun sponsorship, dengan Whip Pink. Menurutnya, produk tersebut telah mencatut nama DWP untuk kepentingan promosi mereka sendiri. Promo itu diunggah akun Instagram Whip Pink pada 3 Desember 2023, menawarkan tabung gas N2O beli 5 gratis 1 pada event DWP XV di Bali.

"Terkait promo Whip Pink ya, tahun 2023. Ini kita mengklarifikasi kalau ini tidak terkait dengan DWP. Karena kita tidak berafiliasi ataupun sponsorship atau kerja sama dengan Whip Pink," ujar David.

Ia memastikan akun media sosial resmi DWP maupun iklan yang dikeluarkan manajemen tidak pernah mengunggah konten terkait produk tersebut. "Logo yang digunakan pun bukan logo yang sesuai, bukan ofisial. Jadi tidak ada sangkut paut sama sekali," imbuhnya.

Langkah Tegas: Teguran hingga Take Down Konten

Manajemen DWP baru mengetahui adanya pencatutan itu pada akhir Januari 2026, saat pemberitaan mengenai Whip Pink mulai ramai di media sosial. David mengatakan pihaknya langsung merespons dengan mengirimkan surat teguran melalui pesan singkat ke Instagram dan nomor WhatsApp resmi Whip Pink.

"Begitu kita tahu, kita langsung coba reach ke Whip Pink untuk take down promo ini karena tidak terkait dengan DWP. Kita sempat kasih surat teguran kepada Whip Pink untuk take down promo-promonya," ungkap dia. Permintaan itu ditindaklanjuti dengan penghapusan konten oleh pihak Whip Pink.

Tak Ada Produk Masuk Area Festival, Pengamanan Diperketat

David menjamin tidak ada tenant atau produk Whip Pink yang masuk ke area festival selama penyelenggaraan DWP. Ia menekankan standar pengecekan keamanan di setiap pintu masuk sangat ketat dan didampingi pihak kepolisian.

"Nggak ada. Tidak ada (produk Whip Pink). Aturan kita masuk ke DWP itu ketat banget ya. Apalagi tabung sebesar itu tidak mungkin masuk ke DWP," tegasnya. Langkah ini disebut sebagai komitmen Ismaya Live mendukung program pemberantasan narkoba. "Ke depannya pasti (keamanan) diperketat lagi karena kita mempunyai layer yang lumayan ya untuk masuk ke DWP," pungkas David.

Bareskrim: Promosi Itu Fakta, Pemeriksaan Tindak Lanjut

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan pemeriksaan terhadap manajemen DWP merupakan tindak lanjut dari temuan promosi Whip Pink yang dilakukan bersamaan dengan gelaran DWP 2023. "Hari ini, Senin tanggal 8 Juni 2026 pukul 15.00 WIB, penyidik Subdit III Dittipidnarkoba akan melakukan pemeriksaan terhadap manajemen Djakarta Warehouse Project (DWP). Ini terkait dengan promosi penjualan Whip Pink bersamaan dengan acara DWP tahun 2023," kata Brigjen Eko.

Sebelumnya, Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim, Kombes Zulkarnain Harahap, menyebut DWP pernah menggunakan Whip Pink sebagai alat promosi. "Nah, Whip Pink ini juga tahun lalu, beberapa tahun lalu sudah marak. Bahkan menjadi menambah promo di dalam DWP yang dilaksanakan di Bali tahun lalu," ujarnya di gedung BNN RI, Jakarta Timur, Rabu (18/2). Ia menerangkan bentuk promosi itu berupa paket beli lima tabung, gratis satu tabung Whip Pink.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top