BANJARBARU — Cerita klise anak SMK yang kerap membolos, kongko berjam-jam, hingga aksi solidaritas yang berujung tawuran, coba dipatahkan oleh sebuah inisiatif sederhana di Kota Banjarbaru. Warung Bulek Mie yang dikelola oleh SMK YPK Banjarbaru kini menjadi titik temu yang mengubah kebiasaan remaja.
Kebiasaan negatif seperti membolos dan perkelahian antar pelajar kerap menjadi momok di lingkungan sekolah. Namun, Warung Bulek Mie hadir sebagai ruang alternatif yang memungkinkan siswa untuk menghabiskan waktu luang mereka dengan lebih produktif.
Di warung ini, para siswa tidak hanya membeli mie, tetapi juga berdiskusi tentang berbagai hal. Mulai dari tugas sekolah, rencana kegiatan ekstrakurikuler, hingga masalah pribadi yang kerap memicu konflik di antara mereka.
Kehadiran warung ini secara tidak langsung menjadi peredam ego remaja. Alih-alih menyelesaikan masalah dengan adu fisik, para siswa kini lebih memilih duduk bersama dan berdiskusi.
Suasana santai dan tanpa tekanan di warung membuat mereka lebih mudah untuk saling mendengarkan. Hal ini dinilai efektif untuk meredakan ketegangan yang kerap muncul di kalangan remaja, yang jika dibiarkan bisa berujung pada tawuran antar pelajar.
Pihak SMK YPK Banjarbaru merancang warung ini bukan sekadar sebagai tempat usaha, melainkan juga sebagai wadah pembinaan karakter. Dengan menyediakan tempat yang nyaman dan terjangkau, sekolah berharap siswa memiliki tujuan yang jelas saat keluar dari kelas.
Konsep ini menjadi contoh konkret bagaimana sekolah bisa berperan aktif dalam membentuk lingkungan sosial yang positif bagi siswanya. Warung Bulek Mie membuktikan bahwa mencegah kenakalan remaja bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menyediakan tempat nongkrong yang sehat dan penuh diskusi.