BANJARMASIN — Warga yang biasa berolahraga di lapangan basket kawasan Siring Pierre Tendean kini harus mencari alternatif tempat. Pemkot Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memutuskan menutup akses ke area tersebut menyusul perubahan desain proyek pengendalian banjir NUFREP.
Proyek NUFREP awalnya direncanakan membangun pintu air di titik lain. Namun, setelah kajian teknis dan topografi, pemerintah memutuskan memindahkan lokasi pembangunan ke sisi Siring Pierre Tendean. Kepala Dinas PUPR Banjarmasin menyebutkan bahwa pergeseran ini dilakukan demi efektivitas pengendalian banjir di kawasan muara sungai.
Konsekuensinya, lahan yang sebelumnya difungsikan sebagai fasilitas olahraga publik itu terpaksa digunakan untuk proyek strategis nasional. Lapangan basket yang berada tepat di dekat Patung Bekantan—salah satu ikon kota—menjadi area yang paling terdampak.
Belum ada kepastian waktu pembukaan kembali lapangan basket tersebut. Pihak kontraktor pelaksana proyek masih melakukan pembersihan lahan dan persiapan konstruksi. Warga sekitar diimbau untuk tidak mendekati area proyek hingga batas aman yang ditentukan.
Penutupan ini sontak membuat komunitas basket di Banjarmasin harus mengatur ulang jadwal latihan. Beberapa pemain memilih berpindah ke lapangan di kawasan Teluk Tiram atau Duta Mall yang masih berjarak beberapa kilometer dari lokasi.
Selain kehilangan akses olahraga, warga di RT 12 dan RT 13 Kelurahan Sungai Bilu juga harus beradaptasi dengan lalu lintas alat berat yang melintas setiap hari. Debu dan kebisingan proyek mulai terasa sejak Senin lalu. Pemerintah kota berjanji akan memberikan kompensasi berupa perbaikan akses jalan setapak di sekitar proyek setelah konstruksi rampung.
Proyek NUFREP sendiri merupakan program Kementerian PUPR yang didanai pinjaman Bank Dunia. Targetnya, pintu air ini mampu mengurangi genangan di kawasan Siring dan Pasar Terapung saat air sungai pasang.
Pemkot Banjarmasin merekomendasikan warga untuk sementara menggunakan lapangan di kompleks GOR Hasan Basry atau Taman Kamboja yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Siring Tendean. Kedua lokasi itu masih dalam radius yang sama dan bisa diakses dengan berjalan kaki atau sepeda motor.
Informasi terbaru mengenai perkembangan proyek dan pembukaan kembali lapangan basket akan diumumkan melalui kanal resmi Dinas PUPR Banjarmasin dan media sosial Pemkot Banjarmasin.