BANJARMASIN — Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memimpin langsung aksi bersih-bersih sungai yang menjadi ikon kota. Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyebut pemilihan lokasi itu karena Siring 0 KM dan Sungai Martapura merupakan pusat aktivitas masyarakat dan destinasi wisata andalan daerah.
“Sungai Martapura membentang pusat kota dan merupakan ikon Kalsel. Sungai ini juga menjadi sarana transportasi, tempat masyarakat berusaha dan kawasan wisata, sehingga perlu dijaga kebersihannya bersama-sama,” ujar Kapolda dalam sambutannya.
Personel yang dilibatkan berasal dari Polda Kalsel, Korem, Lanal, Lanud, Kejaksaan, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Pelindo, dan sejumlah instansi terkait lainnya. Mereka menyisir sampah dan membersihkan aliran sungai di titik-titik yang menjadi pusat keramaian.
Kapolda menegaskan kegiatan ini tidak berhenti pada momen peringatan Hari Bhayangkara. “Kegiatan ini terus dilakukan, tidak hanya pada saat momen ini saja. Nah, nanti mungkin Pemerintah Kota Banjarmasin yang melanjutkan,” imbuhnya.
Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup dan SKPD terkait dapat melanjutkan pembersihan sungai-sungai lain di Kota Banjarmasin secara berkelanjutan. Hal ini penting agar kebersihan sungai tidak hanya terjaga saat ada acara besar.
Plh Sekdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengingatkan masyarakat akan bahaya sampah, khususnya sampah plastik yang banyak ditemukan mengapung di aliran sungai. “Jangan hanya pada momentum seperti ini. Kebersihan sungai harus terus dijaga karena sungai merupakan bagian penting dari wajah Kota Banjarmasin,” tutupnya.
Ia mendorong agar gerakan serupa bisa dilakukan secara rutin dengan melibatkan pemerintah daerah dan partisipasi aktif warga. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama menjaga sungai tetap bersih dan sehat.