BANJARMASIN — Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menggelar edukasi dan pelatihan bagi warga Telok Selong Ulu, Banjarmasin, dengan fokus pada pencegahan stroke dan perawatan pasien berbasis keluarga. Program ini menyasar ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu setempat agar mampu menjadi garda terdepan penanganan stroke di lingkungan masing-masing.
Stroke termasuk penyakit dengan risiko kecacatan tinggi jika penanganan awal tidak tepat. Banyak pasien stroke di daerah justru terlambat mendapat pertolongan karena keluarga tidak mengenali gejala awalnya. Lewat program ini, warga diajarkan cara mengenali tanda-tanda stroke seperti senyum tidak simetris, gerak separuh tubuh melemah, dan bicara pelo.
Pelatihan yang digelar di balai kelurahan tersebut mencakup sesi teori dan praktik. Warga tidak hanya mendapat materi tentang faktor risiko stroke—seperti hipertensi dan kolesterol tinggi—tetapi juga dilatih melakukan fisioterapi sederhana untuk pasien stroke di rumah. Teknik memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda serta latihan gerak sendi juga diajarkan secara langsung oleh dosen dan mahasiswa Poltekkes.
Kegiatan ini melibatkan puluhan warga yang sebagian besar adalah anggota keluarga perawat pasien stroke. Kepala Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang rutin dilakukan setiap semester. Pihak kelurahan menyambut baik inisiatif tersebut karena selama ini warga kesulitan mengakses layanan rehabilitasi stroke yang hanya tersedia di rumah sakit kota.
Setelah pelatihan, setiap peserta mendapatkan buku panduan perawatan stroke di rumah yang bisa dijadikan acuan sehari-hari. Poltekkes juga berencana membentuk kader kesehatan khusus stroke di setiap RT di Telok Selong Ulu. Kader ini nantinya akan menjadi penghubung antara warga dan puskesmas jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala stroke mendadak.
Gejala awal stroke bisa dikenali lewat metode FAST: Face (wajah tidak simetris), Arm (lengan lemah), Speech (bicara tidak jelas), dan Time (segera ke rumah sakit). Warga diimbau tidak menunggu gejala membaik sendiri karena setiap menit sangat menentukan keselamatan pasien.
Pada tahap awal, sekitar 50 warga Telok Selong Ulu telah mengikuti pelatihan ini. Poltekkes menargetkan program serupa bisa menjangkau seluruh kelurahan di Banjarmasin secara bertahap dalam dua tahun ke depan.