BANJARMASIN — Dinkes Banjarmasin tidak menunggu hingga ada korban untuk bergerak. Surat edaran kewaspadaan Hantavirus telah diterbitkan dan disebarkan ke seluruh puskesmas, rumah sakit, dan klinik di kota ini.
Surat edaran itu memuat panduan pengenalan gejala awal, tata laksana pasien, serta prosedur pelaporan jika ditemukan kasus suspect. Langkah ini dinilai penting karena Hantavirus bisa menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome) yang fatal jika terlambat ditangani.
Hantavirus adalah virus yang menginfeksi manusia melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus. Penularan terjadi lewat udara saat partikel kotoran tikus terhirup, atau melalui gigitan langsung.
Gejala awal mirip flu berat: demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Pada kasus lanjut, penderita bisa mengalami gagal ginjal akut atau sindrom paru akibat virus.
Menurut data Dinkes Banjarmasin, populasi tikus di permukiman padat penduduk dan kawasan pasar basah di kota ini tergolong tinggi. Kondisi itu meningkatkan risiko penularan, terutama saat musim hujan ketika tikus cenderung masuk ke rumah warga.
“Kami tidak ingin kecolongan. Lebih baik bersiap dari sekarang, apalagi gejala awal Hantavirus mirip DBD. Bisa salah