BANJARMASIN — Kloter BDJ 01 asal Kota Banjarmasin menjadi rombongan pertama yang pulang ke Tanah Air. Sebanyak 359 jemaah telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Mereka akan tiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin secara bertahap mulai 4 Juni.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan proses pemulangan berjalan lancar tanpa hambatan. Setiap jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan akhir sebelum meninggalkan Makkah.
Otoritas bandara di Arab Saudi dan Indonesia mengingatkan jemaah agar tidak menyelundupkan air zam zam ke dalam kabin pesawat. Aturan ini berlaku untuk semua maskapai penerbangan dan sudah menjadi ketentuan internasional.
Air zam zam hanya boleh dibawa melalui jalur resmi yang disediakan pemerintah. Jemaah yang kedapatan membawa air zam zam di tas kabin akan dikenakan sanksi tegas, termasuk barang disita.
Kloter BDJ 01 dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada 4 Juni. Setibanya di bandara, jemaah akan langsung diarahkan ke asrama haji untuk menjalani pemeriksaan akhir dan pengambilan barang bawaan.
Pemerintah daerah telah menyiapkan posko kesehatan dan transportasi darat untuk mengantar jemaah ke rumah masing-masing. Sebanyak 30 bus disiagakan di bandara untuk mengangkut jemaah ke 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
Setibanya di Banjarmasin, jemaah diwajibkan melapor ke petugas di asrama haji. Mereka juga diminta membawa dokumen identitas dan kartu jemaah haji untuk proses verifikasi.
Bagi jemaah yang membawa barang bawaan melebihi kuota, akan dikenakan biaya tambahan sesuai aturan maskapai. Pemerintah mengimbau jemaah untuk tidak membawa barang terlarang seperti air zam zam di tas kabin.
Pemkot Banjarmasin telah menyiapkan posko pelayanan di bandara dan asrama haji. Posko ini melayani informasi, kesehatan, dan transportasi bagi jemaah yang tiba.
Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin mengatakan tim medis siap siaga 24 jam. Pemeriksaan suhu tubuh dan gejala penyakit menular akan dilakukan secara acak.