Kalteng Lebih Dulu Jalankan Program Bahasa Prancis Virtual Sejak Oktober 2025, Sejalan Instruksi Prabowo

Penulis: Sofyan Basri  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:37:28 WIB
Pemerintah Provinsi Kalteng meluncurkan program pembelajaran bahasa asing virtual sejak Oktober 2025.

KALIMANTAN SELATAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan telah meluncurkan program pembelajaran bahasa asing virtual untuk jenjang SMA dan SMK pada Oktober 2025. Dalam program perdana itu, peserta didik diberikan akses mempelajari lima bahasa asing sekaligus: Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis. Langkah ini berlangsung tujuh bulan sebelum Presiden Prabowo menyampaikan instruksi serupa dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis (28/5/2026).

Instruksi Presiden di Paris dan Relevansi Program Kalteng

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan kerja sama pendidikan Indonesia-Prancis. Ia menginstruksikan seluruh jenjang sekolah di Indonesia untuk mulai mempelajari Bahasa Prancis sebagai respons terhadap dinamika global yang semakin kompleks.

"Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi, sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Perancis. Melihat perkembangan dunia ke depan, kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik," ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut secara langsung mengonfirmasi arah kebijakan yang telah lebih dulu dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran. Program virtual Kalteng bahkan telah diperluas pada Januari 2026 dengan menambahkan Bahasa Korea dan Bahasa Mandarin, sehingga total menjadi tujuh bahasa asing yang diajarkan secara daring.

Jadwal Tujuh Bahasa dan Target Pemerataan Akses

Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng mengatur jadwal pembelajaran secara spesifik: Bahasa Inggris setiap Senin, Jepang dan Mandarin pada Selasa, Jerman di Rabu, Prancis dan Korea di Kamis, serta Bahasa Arab di Jumat. Seluruh sesi berlangsung melalui kelas daring yang dapat diakses siswa dari berbagai kabupaten dan kota.

Muhammad Reza Prabowo menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi solusi utama mengatasi kesenjangan akses pendidikan di wilayah dengan cakupan geografis luas seperti Kalimantan Tengah. "Masih banyak sekolah di pelosok dan di pedalaman yang belum memiliki guru bahasa asing. Karena itu kami memanfaatkan teknologi agar seluruh siswa bisa mendapatkan akses pembelajaran yang sama," ujar Reza saat peluncuran program pada Oktober 2025.

Penambahan dua bahasa baru pada Januari 2026, menurut Reza, merupakan respons terhadap tingginya antusiasme peserta didik yang menginginkan lebih banyak pilihan bahasa untuk menunjang pendidikan dan peluang kerja di tingkat internasional.

Investasi Kompetensi Jangka Panjang

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng menilai penguasaan bahasa asing bukan sekadar kemampuan komunikasi, melainkan investasi kompetensi jangka panjang. "Kami ingin lulusan Kalimantan Tengah memiliki keunggulan kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Karena itu program pembelajaran bahasa asing ini kami hadirkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang berorientasi pada masa depan," tegasnya.

Dengan instruksi Presiden Prabowo yang kini mendorong penguatan Bahasa Prancis di seluruh Indonesia, Kalimantan Tengah tercatat sebagai salah satu daerah yang telah mengambil langkah awal secara konkret. Program virtual ini menjadi model pemanfaatan teknologi untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: haikalteng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top