BATULICIN — Angka 78,46 yang diraih Tanah Bumbu bukan sekadar statistik. Dalam indeks kualitas keluarga, angka itu menempatkan kabupaten ini pada kategori yang secara khusus memperhatikan kesetaraan gender dan perlindungan anak. Tim penilai dari provinsi turun langsung ke Desa Pulau Tanjung untuk memastikan data yang dilaporkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Penilaian tidak hanya melihat angka-angka administratif. Tim TPK2D mengevaluasi kondisi sosial masyarakat, ketersediaan sarana prasarana penunjang, hingga kualitas kehidupan keluarga secara langsung di tingkat desa. Semua aspek itu diukur untuk melihat sejauh mana intervensi pemerintah daerah berdampak pada keseharian warga.
Ketua TPK2D Provinsi Kalimantan Selatan, Rosda, menegaskan bahwa kegiatan ini harus berujung pada aksi nyata. “Hasil ini menunjukkan kerja keras TPK2D kabupaten sudah membuahkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Ia berharap penilaian dan verifikasi lapangan mampu mendorong perbaikan berkelanjutan, bukan hanya menjadi agenda tahunan tanpa tindak lanjut.
Pemerintah daerah menyambut baik hasil penilaian tersebut. Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Adrianto Wicaksono, menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim penilai dari provinsi. Menurutnya, capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program keluarga di masa mendatang.
Verifikasi lapangan yang dilakukan di Desa Pulau Tanjung menjadi salah satu titik evaluasi. Desa ini dipilih sebagai sampel untuk mengukur implementasi kebijakan pembangunan keluarga secara langsung. Hasil dari penilaian ini akan menjadi acuan bagi pemerintah kabupaten dalam menyusun program prioritas ke depan, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.