KALIMANTAN SELATAN — Evakuasi dilakukan setelah aliran air deras di lokasi ambles terus menggerus tanah di sekitar tiang. Dikhawatirkan, kondisi ini bisa merobohkan tiang dan membahayakan pengguna jalan serta pemukiman sekitar.
Meski satu tiang berhasil dipindahkan, Febrian menyatakan masih ada lima tiang PJU lain yang berada tepat di dekat lubang ambles. Salah satunya bahkan sudah berada di bibir lubang.
"Saya dapat informasi bahwa tiang-tiangnya mulai tergerus, pondasinya," kata Febrian di lokasi, Sabtu (30/5/2026).
Untuk mengantisipasi risiko roboh, petugas mengikat satu tiang internet yang berada di titik paling rawan dengan tali dan kawat ke tiang lain yang dianggap lebih kokoh.
Peristiwa amblesnya jalan ini tidak terjadi tanpa peringatan. Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah melakukan survei lokasi pada Kamis (28/5/2026) pagi, dua hari sebelum evakuasi tiang.
Hasil survei mendorong Bina Marga untuk melakukan perbaikan pada bagian jalan yang bergelombang dan memasang rambu-rambu peringatan. Namun, upaya itu belum cukup. Jalan Lenteng Agung merupakan akses vital menuju Depok, dan rambu-rambu yang terpasang kerap diabaikan pengendara yang melintas.
Lubang tersebut akhirnya benar-benar ambles pada malam harinya, menyebabkan kemacetan parah di jalur menuju Depok.
Amblesnya jalan di Lenteng Agung langsung berdampak pada arus lalu lintas, terutama kendaraan yang menuju ke arah Depok. Pemerintah setempat telah mengalihkan arus untuk mengurai kemacetan yang terjadi sejak malam kejadian.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengenai rencana perbaikan permanen jalan ambles tersebut. Evakuasi tiang PJU menjadi langkah awal untuk mengamankan lokasi sebelum proses penimbunan dan perbaikan struktur jalan dimulai.