BANJARBARU — Momen Iduladha tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bumbu masak di Pasar Bauntung. Omzet mereka meningkat drastis, bahkan mencapai tiga kali lipat dari hari biasa, seiring melimpahnya daging kurban yang dibagikan ke masyarakat.
Bumbu rendang dan rawon menjadi dua jenis yang paling laris. Pedagang menyebutkan, hampir separuh pembeli yang datang langsung mencari kedua racikan tersebut untuk mengolah daging sapi atau kambing kurban di rumah.
Menurut sejumlah pedagang, bumbu rendang dan rawon memang menjadi andalan warga Banjarbaru usai Iduladha. Keduanya dianggap praktis dan cocok untuk mengolah daging dalam jumlah besar agar lebih awet dan lezat.
"Biasanya sehari bisa jual 50 bungkus, sekarang bisa sampai 150 bungkus. Paling banyak yang cari bumbu rendang dan rawon. Stok sampai kewalahan," ujar salah seorang pedagang di Pasar Bauntung, Selasa (11/6/2024).
Kenaikan omzet tidak hanya dirasakan pedagang bumbu basah, tetapi juga penjual bumbu kering instan. Lonjakan pembeli terjadi sejak H+1 Iduladha dan diperkirakan masih bertahan hingga akhir pekan ini.
Seorang pedagang lain mengaku pendapatannya naik dari rata-rata Rp 300 ribu per hari menjadi sekitar Rp 1 juta per hari. "Alhamdulillah, ramai sekali. Semoga rezeki ini berkah," katanya.
Selain rendang dan rawon, bumbu gulai dan opor juga mulai banyak dicari. Beberapa pembeli juga membeli bumbu dasar kuning dan bumbu balado untuk variasi masakan sehari-hari.
Pasar Bauntung sendiri merupakan salah satu pusat perbelanjaan tradisional terbesar di Banjarbaru. Setiap hari, pasar ini dipadati pembeli yang mencari kebutuhan pokok dan bumbu dapur dengan harga lebih terjangkau.
Meski permintaan melonjak, para pedagang memastikan harga bumbu masak masih stabil. Harga bumbu rendang misalnya, masih dijual Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per bungkus, tergantung ukuran.
"Kami tidak menaikkan harga. Yang penting pembeli senang dan daging kurbannya bisa diolah dengan enak," pungkas pedagang lainnya.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan penjualan bumbu masak usai Iduladha biasanya berlangsung selama 5 hingga 7 hari. Setelah itu, permintaan kembali normal seperti hari biasa.