KALIMANTAN SELATAN — Direktur Utama BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, stok beras yang dikelola perseroan saat ini mencapai 5,36 juta ton. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak perusahaan berdiri. Total kapasitas penyimpanan yang tersedia mencapai 6,2 juta ton dan akan terus diperkuat seiring meningkatnya produksi padi nasional.
“Saat ini, stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,36 juta ton stok tertinggi dalam sejarah,” ujar Rizal dalam forum diskusi bersama mahasiswa, Kamis (17/4).
Capaian ini tidak lepas dari penyerapan hasil panen petani. Hingga kini, BULOG telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton. Serapan itu sekaligus menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.
Dalam kesempatan yang sama, Rizal memaparkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia dalam kenaikan produksi padi. Posisi Indonesia berada di antara Brasil dan Myanmar. Menurut dia, capaian itu menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
“Penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat,” kata Rizal.
BULOG memiliki jaringan gudang, logistik, dan fasilitas pengolahan gabah dan beras yang tersebar di seluruh Indonesia. Rizal menyebut infrastruktur itu menjadi tulang punggung rantai pasok pangan nasional. Pada tahun ini, perseroan berencana menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik baru.
Penambahan itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen dan mempertahankan capaian swasembada pangan. “Di titik inilah BULOG menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan,” ujar Rizal.
Kegiatan Focus Group Discussion bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” digelar di Kompleks Pergudangan Utama BULOG Kota Cimahi. Mahasiswa diajak melihat langsung pengelolaan stok, kualitas beras, hingga peran infrastruktur pangan.
Rizal menekankan, swasembada pangan berkelanjutan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk kontribusi aktif dari dunia kampus sebagai pusat riset dan inovasi. “Mahasiswa dan kampus memiliki peran penting untuk ikut memahami, mengawal, dan mendukung agenda besar ini,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, BULOG berharap kampus dapat mengambil peran lebih aktif dalam membangun literasi pangan nasional. Kolaborasi antara negara, BULOG, petani, akademisi, dan generasi muda diharapkan memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia dari hulu ke hilir.