BANJARMASIN — Bank Kalsel menyatakan komitmennya untuk mendorong adopsi sistem pembayaran nontunai di Kalimantan Selatan dengan bergabung dalam gelaran Banua QRIStival 2026. Program ini merupakan inisiatif Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan untuk mempercepat digitalisasi transaksi di berbagai sektor, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Partisipasi Bank Kalsel dalam Banua QRIStival 2026 diyakini akan memberikan dampak langsung bagi para pelaku UMKM di Banua. Melalui program ini, para pedagang kecil dan menengah didorong untuk beralih dari transaksi tunai ke pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Perluasan ini tidak hanya memudahkan konsumen dalam bertransaksi, tetapi juga membuka akses UMKM terhadap layanan perbankan yang lebih luas. Dengan memiliki riwayat transaksi digital, pelaku UMKM bisa lebih mudah mengakses kredit usaha dari perbankan.
Bank Kalsel berperan sebagai mitra strategis dalam mengedukasi dan mendaftarkan merchant baru ke dalam ekosistem QRIS. Dukungan itu diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur, sosialisasi ke pedagang pasar tradisional, serta insentif bagi pengguna dan penyedia jasa pembayaran.
“Kami siap menjadi garda terdepan dalam mendukung program Bank Indonesia untuk mendigitalisasi transaksi masyarakat Kalsel. Target kami, jumlah merchant QRIS di Kalsel bisa meningkat signifikan pada tahun 2026,” ujar perwakilan Bank Kalsel dalam keterangan resmi yang diterima di Banjarmasin, Selasa lalu.
Gelaran Banua QRIStival 2026 direncanakan berlangsung sepanjang tahun 2026 dengan berbagai rangkaian kegiatan. Tahap awal program akan fokus pada sosialisasi di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, mulai dari Banjarmasin, Banjarbaru, hingga daerah pedalaman seperti Hulu Sungai Utara dan Kotabaru.
Bank Indonesia menargetkan penambahan ratusan ribu pengguna dan merchant QRIS baru selama periode festival ini. Bank Kalsel, sebagai bank pembangunan daerah, akan memprioritaskan pendaftaran pedagang di pasar rakyat dan sentra oleh-oleh khas Banua.
Digitalisasi pembayaran dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena transaksi menjadi lebih cepat, tercatat, dan transparan. Bagi pemerintah daerah, data transaksi digital bisa digunakan untuk menyusun kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Bagi warga, penggunaan QRIS juga mengurangi risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar. “Kami harap dengan adanya Banua QRIStival 2026, masyarakat Kalsel semakin terbiasa bertransaksi secara digital, terutama anak muda dan pelaku UMKM,” tambah perwakilan BI Kalsel.
Pelaku UMKM yang ingin bergabung cukup menyiapkan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha dari kelurahan. Proses pendaftaran bisa dilakukan di kantor cabang Bank Kalsel terdekat atau melalui agen yang akan diterjunkan ke pasar-pasar selama program Banua QRIStival 2026 berlangsung.